Bicara soal perentutan memang tiada habisnya. Bagaimana
tidak, setiap dia mengitari orang-orang yang sedang serius bekerja
sambil berpikir, dia menjadikan orang panik luar biasa. Mencipta suudzon
saling tuduh dan saling curiga. Itu kalau hanya baunya saja yang
tercium. Tapi ketika suaranyapun terdengar mengakibatkan percekcokkan di
antara orang-orang itu. Bisa jadi menjadi sebuah permusuhan karena
saling tuduh dan saling ejek. Malah kadang-kadang terjadi pembohongan
publik.
"Aku ora looo...." Sambil mesam-mesem.
Dan sebagainya, dan sebagainya.
Kenapa sih hal seperti ini saja dibicarakan.
Lo lo.. tunggu dulu. Ada banyak hal yang bisa kita tadaburi lo dari si ENTUT ini. Nggak percaya.
Dia keluar dari lubang yang tertutup. Jika tidak beruntung bisa membuat
malu dan menebar aroma khas yang membuat orang bisa pingsan seketika.
Tapi coba kita lihat dari segi toharoh. Dia keluar dari dubur, tapi cara
membersihkannya bukan duburnya yang dibersihkan, bukan.
Seluruh
anggota wudhu yang perlu dibasuh, bagi yang muslim. bagi yang non
muslimpun tentu tak akan buru-buru ke kamar mandi untuk membersihkan
duburnya gara-gara kentut. Kok bisa coba. Bisa lah.
Analoginya.
Bahwa ada saja yang bisa keluar dari tubuh kita ini tidak dalam keadaan
baik. Tidak baik dalam konteks sosial jika terjadi bukan pada tempatnya.
Namun menguntungkan jika dilihat dari segi kesehatan. Namun harus empan
papan.
Dalam diri ada hal buruk, bukan tempat keluarnya yang
dilihat dan fokus untuk dibersihkan, tapi justru bagian lain yang perlu
dibersihkan. Anggota wudhu lo, bukan main-main. Supaya kita terbebas
dari hal yang membatalkan wudhu. Selain itu kita bisa melakukan hal-hal
baik, baik ibadah maupun kegiatan lain, yang bisa dihitung nilai
kebaikannya.
Seperti perilaku kita. Apa yang kita lakukan, baik
dan buruk, itu tergantung kita sendiri yang melakukan. Mau menempatkan
pada tempatnya atau tidak. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa setiap
kita itu ada sisi negatif dan juga positifnya. tergantung kita bisa
mengelola dengan baik atau tidak. Jika hal buruk bisa kita kelola dengan
baik, artinya kita bisa mengendalilkan diri. Tentu tidak akan merugikan
diri sendiri maupun orang lain.
Berseberangan dengan hal itu,
tentang hal baik atau positif yang ada pada diri kita. Ketika hal baik
itu dikelola dengan benar akan muncul dan mencuat aura positif tersebut.
InsyaAllah akan bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun bagi orang
lain. Tapi ketika tidak dikelola dengan baik. Hal-hal positif itu akan
tenggelam, ditunggangi oleh pengaruh negatif atau pengaruh buruk dalam
diri kita.
Hal ini tergantung pada diri masing-masing. Mau
mengedapankan pengaruh positif atau negatif dalam diri masing-masing.
Ibarat ENTUT, asal ditempat yang semestinya pasti akan menyehatkan dan
tidak akan merugikan orang lain. Badan menjadi sehat dan bugar, Rona
wajah berseri-seri karena tidak menahan malu karena tidak bisa mengelola
dengan baik.
Pun demikian, mau menjadikan ENTUT yang baiK atau
tidak itu terserah anda. Karena ini hanya ngaya wara saja. Yang sudah
terlanjur mengeluarkan ENTUT bukan pada tempatnya dibersihkan
sebagaimana mestinya. Supaya bernilai ibadah.
#sehatlahirbatin
Magelang, 30 Agustus 2016











