Sabtu, 09 November 2013

Perjalananku Kemarin


Dengan semangat empat lima, siang itu pukul setengah sebelas siang kupacu sepeda motorku (kaya naik kuda ajah yah....). melewati jalan-jalan perkotaan yang lumayan ramai, mengingat ini adalah hari jumat. Anak-anak sekolah agak pulang awal. Semangatku bukan tanpa alasan, aku mau bertemu dengan sahabatku Budi Lestari yang rasanya sudah lama tidak ketemu. Kangen sekali rasanya. Kebetulan dia ada tugas di kotaku, tepatnya diperguruan tinggi Muhammadiyah, menengok anak didiknya yang baru prakerin.
Tanpa berpikir panjang akhirnya kamipun bertemu. Ba bi bu, ngalor ngidul kami bercerita, waktu satu jam terasa singkat untuk pertemuan kami. Tapi sudah cukup untuk melepaskan rindu kami. Aku tidak bisa berlama-lama ngobrol karena aku harus ke Jogja tepatnya ke “yu-ji-em” untuk mengambil hasil uji laborat dari sampel yang sudah aku kirimkan seminggu yang lalu untuk keperluan penelitianku.
Hari jumat kemarin benar-benar super sibug bagiku (perasaanku loooo...), pagi-pagi setelah mengantarkan ananda ke sekolah aku segera ke tempat pembuatan tahu lanjutan dari penelitianku, tak lebih dari lima belas menit waktu yang kubutuhkan untuk kesana dan mengambil sampel ini itu. Kembali kuarahkan sepeda motorku ke sekolah tempat aku mengajar, banyak tugas yang harus aku sandang hari ini.
Tepat di jam 07.00 theng! Aku mulai mengajar di kelas. Anak-anak sudah mulai persiapan untuk praktik hari ini. Dalam mengajar ini aku berpartner dengan teman guru serumpun yang cantikkk bangetttzz, bu fitri. Baru berjalan satu jam aku mengajar hapeku sudah berdering, aku diminta ke ruang sidang untuk memandu acara, ‘hadeuh... ya sudahlah tak apa, anak-anak kutinggalkan sebentar ‘toh sudah ada teman partner mengajarku.
Acara di ruang sidang hari ini adalah lanjutan dari acara kemarin hari, yaitu pendampingan pembuatan materi pembelajaran berbasis ICT (E-book) dengan instruktur dari Jakarta (tunggu di seri berikutnya ya cerita tentang E-Book).
Sebagai pemandu acara, setelah waktu diserahkan kepada instruktur, bebaslah aku.. hehehe. Baru satu jam berjalan... e eh.. dipanggil lagi untuk “ngemci” lagi, di jurusanku sedang ada beauty class mata pelajaran SPA dengan materi menjadi SPA therapyst yang profesional dan beretika.. wow... keren kan materinya.. peserta acara ini adalah anak-anak muridku sendiri yang duduk di kelas XII kecantikan kulit dan kecantikan rambut. Dengan berdandan rapi elegan dan cantik mereka duduk rapi dan tenang siap mengikuti acara. Sedangkan pengisi acaranya adalah instruktur dari LKP Putri Kedaton Yogyakarta yang tak kalah cantik. LKP ini sudah memiliki banyak cabang baik di Yogyakarta maupun di kota tempat tinggalku. Tidak perlu menunggu waktu lama, kuawali acara ini. Ternyata suasananya lain, kalau di ruang sidang acaranya sunyi senyap, karena sibuk dengan lapy dan ipad, kalau di ruangan kecantikan ini terasa begitu segar, bersih, nyaman. Dengan berbagai aromatherapy khas spa membangkitkan semangat tersendiri bagiku untuk memandu acara.
Jam 10.30 sudah berlalu, sahabatku sudah mengirim pesan singkat, katanya sudah sampai di tempat, dan aku harus segera ke sana. Ok freund Budi Lestari, i’m coming (bahasane kok ya campur-campur ta ini? J).
Selesai pertemuan kami yang singkat hanya 1 jam saja, kulanjutkan perjalananku ke Jogja.. kecepatan 90km/jam dalam lalulintas yang padat ternyata menyita tenaga dan konsentrasiku. Tapi yachhh... alhamdulillah sampai dengan selamat. Kurang dari 45 menit aku sampai di laboratorium tempat uji sampelku. Masih ada sepuluh menit sebelum waktu istirahat kantor jam satu selesai. Karena belum sholat duhur kesempatkan sholat duhur dulu di musholla. Heemmmm adem sekali musholanya, indah banget... nyaman sekali.
#
Kumasuki ruang adminstrasi laboratorium... sejurus kemudian bapak penerima administrasi bilang, belum jadi mbak, tapi saya cek dulu ya... katanya. Aku terdiam... tidak bereaksi. Bapak ini mengulang kalimat itu berulang-ulang mungkin ada sekitar lima atau tujuh kali sambil mondar-mandir dari tempat duduknya, i-phone, menelepon, membuka androidnya, membuka folder dan sebagainya... kusabarkan dalam hatiku... 1 jam sudah aku menunggu, duduk di depan meja bapak yang satu ini, belum juga ada jawaban pasti. Finalnya.... keputusan yang membuatku sungguh shock!!!!
“Maaf mbak sampelnya apa ya? Bubuk atau apa? Kok belum ketemu ya, coba saya telepon lagi” itu lagi diulang.. “maaf mbak ternyata lupa belum masuk lab, saya janji besok jadi, mbak tulis alamat email saja, nanti saya email hasilnya”
Tanpa banyak bicara dan komentar kutuliskan emailku dikertas yang bapak tadi sodorkan. Aku tidak banyak bicara takutnya malah emosi. Karena dalam hatiku sudah menahan perasaan yang luar biasa dongkol selama satu jam...
Bapak ini sabar banget ngomongnya lemah lembut. Tapi  kelihatan sekali kalau dia panik, mencari kesana kemari.. sampel lupa naruh, sudah di bawa ke lab atau belum, diserahkan kepada siapa, ga ingat.. aduh-aduh.. prosedurnya gimana brow!!!! Tanyaku dalam hati.
“ya sudah mbak, ini ‘mbayar dulu saja, besok saya email”
“YA” jawabku singkat (belum jadi sudah suruh bayar pula... tapi, ya ok lah.. adiminstratif dan prosedural)
Terakhir, mungkin ini satu kalimatku yang terpaksa aku keluarkan
“besok siang di email ya pak jangan sampai lupa!!, terimakasih!!” ucapku datar dan pendek saja, dan kuberlalu.
Ya Allah.. kusempatkan waktu diantara kesibukanku, dikejar dateline waktu penyelesaian laporan penelitian, malah uji labnya seperti ini.... tapi.. ya sudahlah, aku ga ingin berlarut-larut memikirkannya, toh masih ada hari esok, masih ada pagi, masih ada matahari, dunia belum berakhir, kiamat belum datang (halah... sok lebay hihi...). di parkiran kusempatkan mengirim pesan singkat pada sahabatku yang jauh disana tentang apa yang aku alami. Dan komentarnya adalah “Bu Sumiatun, bersabarlah!” ‘glodag...!’ hemm ya..ya.. (tq sahabatku, ucap terimakasihku hanya kubatin saja, dia pasti tau, kan telepati.. hehehe)
Keluar dari kompleks laboratorium terbersit dalam pikiranku... “aku laperrrr” hahaha.. dalam suasana seperti ini makan makanan yang berkuah panas pedes minumnya es... wahhh pasti nikmat. Biar sesuatu yang mendidih dalam kepalaku bisa menguap bersama keringatku yang keluar nantinya.. pikirku....
Akhirnya kuputuskan mampir di warung soto pak sholeh saja. Karena kalau di luar Yogyakarta kita ga akan menemukannya, karena slogan yang ditulis di warung itu
“SOTO PAK SHOLEH TIDAK BUKA CABANG DI LUAR YOGYAKARTA”, nah kan, berarti harus kusempatkan nie.. sotonya enak tapi hambar di lidahku... kenapa ini? Ternyata... Karena antara indra pencecap dengan pikiranku ga sinkron. Hibur hatiku tadi belum bisa mengobati rasa kecewa. Akhirnya soto yang kunikmatipun rasanya hambar.. (sungguh tidak mensyukuri nikmat!! Kata dalam hatiku)... alhamdulillah... itu saja.
Sampai di Pabelan... ‘welah’... hujan lagi. Tadi berangkat hujan, pulang hujan lagi.. ya Allah, mudah-mudahan perjalananku hari ini membawa berkah, hikmah dan manfaat yang berarti bagiku... (doaku dalam harap diantara derasnya hujan).
#
Yachhh... kata orang aku orang sok sibuk.. hehehe. Sampai disekolah lagi ternyata acara di ruang sidang hampir selesai. Usai sholat ashar acara segera ditutup. Akhirnya dengan kata-kata yang meluncur deras dari bibirku yang agak “sasar-susur” diantara rasa kecewa, kedinginan dan kelaparannn yang ternyata masih tersisa. Acara ditutup oleh Kepala Sekolah dengan lancarrrrrr. Alhamdulillah...
MasyaAllah..  hujan lagi???? Jemput ananda kehujanan lagi.. berikan kesehatan kepada hamba Ya Allah.... kuantar ananda pulang, kukembali ke sekolah lagi untuk membereskan segala sesuatu yang masih berantakan di tempat pendampingan. (kerjaan borongan, mulai dari bendahara, sie konsumsi, pembawa acara, moderator, cleaning service.. semuanya pokoknya, insyaAllah pahalanya ditambah sama Allah, hehehe), dan akhirnya selesai, aku bisa pulang, mandi keramas segerrrr...
Ohoy.... thing! Motorku kotor sekali.... akhirnya menjelang maghrib kusempatkan mencuci sahabatku setia, yang mengantarkanku dan menemaniku kemanapun aku pergi. J
Baru kurasakan sebentar saja kurebahkan badanku, kututup mataku... kuterperanjat, kuterjaga.. entah jam berapa? Aku belum sholat isya.. kutunaikan sebentar lalu kubuka lapyku yang tak kalah setia menemaniku, yang tak bosan ketika kupukuli tutsnya dengan sepuluh jari jemariku.
Dalam kantukku, mata yang sudah ‘kiyip-kiyip’ kuputuskan untuk berwudhu untuk sholah tahajud, sebentar saja aku ingin bersujud menghadapNya, berkeluh kesah kepadaNya. Biar ga ngantuk juga...
Kulanjutkan ketak ketikku dengan lapy menulis lagi laporan penelitianku... aku jenuh, aku ingin merebahkan sebentar saja tubuhku...
“Allahuakbar allahuakbar!” kusambut dengan kalimat yang sama... belum betul benar kurebahkan tubuhku ternyata sudah subuh, ya sudah sholat ke mushola dulu. Seusai dari mushola aku sudah mentog... ga mampu berpikir lagi untuk menuangkan ideku dalam laporanku... refreshing dulu ahhhhh... kutulis ceritaku dulu sapa tau bisa merangsang dan membangkitkan semangat baru untuk menulis laporan lagi... dan ini dia hasilnya.... cerita perjalananku kemarin yang sungguh luar biasa aku rasakan.
#Selesai pukul 05.06 WIB

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...