Dengan
semangat empat lima, siang itu pukul setengah sebelas siang kupacu sepeda
motorku (kaya naik kuda ajah yah....). melewati jalan-jalan perkotaan yang
lumayan ramai, mengingat ini adalah hari jumat. Anak-anak sekolah agak pulang
awal. Semangatku bukan tanpa alasan, aku mau bertemu dengan sahabatku Budi
Lestari yang rasanya sudah lama tidak ketemu. Kangen sekali rasanya. Kebetulan
dia ada tugas di kotaku, tepatnya diperguruan tinggi Muhammadiyah, menengok
anak didiknya yang baru prakerin.
Tanpa
berpikir panjang akhirnya kamipun bertemu. Ba
bi bu, ngalor ngidul kami bercerita, waktu satu jam terasa singkat untuk
pertemuan kami. Tapi sudah cukup untuk melepaskan rindu kami. Aku tidak bisa
berlama-lama ngobrol karena aku harus ke Jogja tepatnya ke “yu-ji-em” untuk
mengambil hasil uji laborat dari sampel yang sudah aku kirimkan seminggu yang
lalu untuk keperluan penelitianku.
Hari jumat
kemarin benar-benar super sibug bagiku (perasaanku loooo...), pagi-pagi setelah
mengantarkan ananda ke sekolah aku segera ke tempat pembuatan tahu lanjutan
dari penelitianku, tak lebih dari lima belas menit waktu yang kubutuhkan untuk
kesana dan mengambil sampel ini itu. Kembali kuarahkan sepeda motorku ke
sekolah tempat aku mengajar, banyak tugas yang harus aku sandang hari ini.
Tepat di jam
07.00 theng! Aku mulai mengajar di kelas. Anak-anak sudah mulai persiapan untuk
praktik hari ini. Dalam mengajar ini aku berpartner dengan teman guru serumpun
yang cantikkk bangetttzz, bu fitri. Baru berjalan satu jam aku mengajar hapeku
sudah berdering, aku diminta ke ruang sidang untuk memandu acara, ‘hadeuh... ya
sudahlah tak apa, anak-anak kutinggalkan sebentar ‘toh sudah ada teman partner
mengajarku.
Acara di
ruang sidang hari ini adalah lanjutan dari acara kemarin hari, yaitu
pendampingan pembuatan materi pembelajaran berbasis ICT (E-book) dengan
instruktur dari Jakarta (tunggu di seri berikutnya ya cerita tentang E-Book).
Sebagai
pemandu acara, setelah waktu diserahkan kepada instruktur, bebaslah aku..
hehehe. Baru satu jam berjalan... e eh.. dipanggil lagi untuk “ngemci” lagi, di
jurusanku sedang ada beauty class
mata pelajaran SPA dengan materi menjadi SPA therapyst yang profesional dan
beretika.. wow... keren kan materinya.. peserta acara ini adalah anak-anak
muridku sendiri yang duduk di kelas XII kecantikan kulit dan kecantikan rambut.
Dengan berdandan rapi elegan dan cantik mereka duduk rapi dan tenang siap
mengikuti acara. Sedangkan pengisi acaranya adalah instruktur dari LKP Putri
Kedaton Yogyakarta yang tak kalah cantik. LKP ini sudah memiliki banyak cabang
baik di Yogyakarta maupun di kota tempat tinggalku. Tidak perlu menunggu waktu
lama, kuawali acara ini. Ternyata suasananya lain, kalau di ruang sidang
acaranya sunyi senyap, karena sibuk dengan lapy
dan ipad, kalau di ruangan kecantikan
ini terasa begitu segar, bersih, nyaman. Dengan berbagai aromatherapy khas spa membangkitkan semangat tersendiri bagiku
untuk memandu acara.
Jam 10.30
sudah berlalu, sahabatku sudah mengirim pesan singkat, katanya sudah sampai di
tempat, dan aku harus segera ke sana. Ok
freund Budi Lestari, i’m coming (bahasane
kok ya campur-campur ta ini? J).
Selesai
pertemuan kami yang singkat hanya 1 jam saja, kulanjutkan perjalananku ke
Jogja.. kecepatan 90km/jam dalam lalulintas yang padat ternyata menyita tenaga
dan konsentrasiku. Tapi yachhh... alhamdulillah sampai dengan selamat. Kurang
dari 45 menit aku sampai di laboratorium tempat uji sampelku. Masih ada sepuluh
menit sebelum waktu istirahat kantor jam satu selesai. Karena belum sholat
duhur kesempatkan sholat duhur dulu di musholla. Heemmmm adem sekali
musholanya, indah banget... nyaman sekali.
#
Kumasuki
ruang adminstrasi laboratorium... sejurus kemudian bapak penerima administrasi
bilang, belum jadi mbak, tapi saya cek dulu ya... katanya. Aku terdiam... tidak
bereaksi. Bapak ini mengulang kalimat itu berulang-ulang mungkin ada sekitar
lima atau tujuh kali sambil mondar-mandir dari tempat duduknya, i-phone,
menelepon, membuka androidnya, membuka folder dan sebagainya... kusabarkan
dalam hatiku... 1 jam sudah aku menunggu, duduk di depan meja bapak yang satu
ini, belum juga ada jawaban pasti. Finalnya.... keputusan yang membuatku
sungguh shock!!!!
“Maaf mbak
sampelnya apa ya? Bubuk atau apa? Kok belum ketemu ya, coba saya telepon lagi”
itu lagi diulang.. “maaf mbak ternyata lupa belum masuk lab, saya janji besok
jadi, mbak tulis alamat email saja, nanti saya email hasilnya”
Tanpa banyak
bicara dan komentar kutuliskan emailku dikertas yang bapak tadi sodorkan. Aku
tidak banyak bicara takutnya malah emosi. Karena dalam hatiku sudah menahan
perasaan yang luar biasa dongkol selama satu jam...
Bapak ini
sabar banget ngomongnya lemah lembut. Tapi
kelihatan sekali kalau dia panik, mencari kesana kemari.. sampel lupa
naruh, sudah di bawa ke lab atau belum, diserahkan kepada siapa, ga ingat..
aduh-aduh.. prosedurnya gimana brow!!!! Tanyaku dalam hati.
“ya sudah
mbak, ini ‘mbayar dulu saja, besok saya email”
“YA” jawabku
singkat (belum jadi sudah suruh bayar pula... tapi, ya ok lah.. adiminstratif
dan prosedural)
Terakhir,
mungkin ini satu kalimatku yang terpaksa aku keluarkan
“besok siang
di email ya pak jangan sampai lupa!!, terimakasih!!” ucapku datar dan pendek saja,
dan kuberlalu.
Ya Allah..
kusempatkan waktu diantara kesibukanku, dikejar dateline waktu penyelesaian laporan penelitian, malah uji labnya
seperti ini.... tapi.. ya sudahlah, aku ga ingin berlarut-larut memikirkannya,
toh masih ada hari esok, masih ada pagi, masih ada matahari, dunia belum
berakhir, kiamat belum datang (halah... sok lebay
hihi...). di parkiran kusempatkan mengirim pesan singkat pada sahabatku yang
jauh disana tentang apa yang aku alami. Dan komentarnya adalah “Bu Sumiatun,
bersabarlah!” ‘glodag...!’ hemm
ya..ya.. (tq sahabatku, ucap terimakasihku hanya kubatin saja, dia pasti tau,
kan telepati.. hehehe)
Keluar dari
kompleks laboratorium terbersit dalam pikiranku... “aku laperrrr” hahaha..
dalam suasana seperti ini makan makanan yang berkuah panas pedes minumnya es...
wahhh pasti nikmat. Biar sesuatu yang mendidih dalam kepalaku bisa menguap
bersama keringatku yang keluar nantinya.. pikirku....
Akhirnya
kuputuskan mampir di warung soto pak sholeh saja. Karena kalau di luar
Yogyakarta kita ga akan menemukannya, karena slogan yang ditulis di warung itu
“SOTO PAK
SHOLEH TIDAK BUKA CABANG DI LUAR YOGYAKARTA”, nah kan, berarti harus
kusempatkan nie.. sotonya enak tapi hambar di lidahku... kenapa ini? Ternyata...
Karena antara indra pencecap dengan pikiranku ga sinkron. Hibur hatiku tadi
belum bisa mengobati rasa kecewa. Akhirnya soto yang kunikmatipun rasanya
hambar.. (sungguh tidak mensyukuri nikmat!! Kata dalam hatiku)...
alhamdulillah... itu saja.
Sampai di
Pabelan... ‘welah’... hujan lagi. Tadi berangkat hujan, pulang hujan lagi.. ya
Allah, mudah-mudahan perjalananku hari ini membawa berkah, hikmah dan manfaat
yang berarti bagiku... (doaku dalam harap diantara derasnya hujan).
#
Yachhh...
kata orang aku orang sok sibuk.. hehehe. Sampai disekolah lagi ternyata acara
di ruang sidang hampir selesai. Usai sholat ashar acara segera ditutup.
Akhirnya dengan kata-kata yang meluncur deras dari bibirku yang agak
“sasar-susur” diantara rasa kecewa, kedinginan dan kelaparannn yang ternyata
masih tersisa. Acara ditutup oleh Kepala Sekolah dengan lancarrrrrr.
Alhamdulillah...
MasyaAllah.. hujan lagi???? Jemput ananda kehujanan lagi..
berikan kesehatan kepada hamba Ya Allah.... kuantar ananda pulang, kukembali ke
sekolah lagi untuk membereskan segala sesuatu yang masih berantakan di tempat
pendampingan. (kerjaan borongan, mulai dari bendahara, sie konsumsi, pembawa
acara, moderator, cleaning service.. semuanya pokoknya, insyaAllah pahalanya
ditambah sama Allah, hehehe), dan akhirnya selesai, aku bisa pulang, mandi
keramas segerrrr...
Ohoy....
thing! Motorku kotor sekali.... akhirnya menjelang maghrib kusempatkan mencuci
sahabatku setia, yang mengantarkanku dan menemaniku kemanapun aku pergi. J
Baru
kurasakan sebentar saja kurebahkan badanku, kututup mataku... kuterperanjat,
kuterjaga.. entah jam berapa? Aku belum sholat isya.. kutunaikan sebentar lalu
kubuka lapyku yang tak kalah setia menemaniku, yang tak bosan ketika kupukuli
tutsnya dengan sepuluh jari jemariku.
Dalam
kantukku, mata yang sudah ‘kiyip-kiyip’ kuputuskan untuk berwudhu untuk sholah
tahajud, sebentar saja aku ingin bersujud menghadapNya, berkeluh kesah
kepadaNya. Biar ga ngantuk juga...
Kulanjutkan
ketak ketikku dengan lapy menulis lagi laporan penelitianku... aku jenuh, aku
ingin merebahkan sebentar saja tubuhku...
“Allahuakbar
allahuakbar!” kusambut dengan kalimat yang sama... belum betul benar kurebahkan
tubuhku ternyata sudah subuh, ya sudah sholat ke mushola dulu. Seusai dari
mushola aku sudah mentog... ga mampu berpikir lagi untuk menuangkan ideku dalam
laporanku... refreshing dulu ahhhhh... kutulis ceritaku dulu sapa tau bisa
merangsang dan membangkitkan semangat baru untuk menulis laporan lagi... dan
ini dia hasilnya.... cerita perjalananku kemarin yang sungguh luar biasa aku
rasakan.
#Selesai
pukul 05.06 WIB