wajah serupa bulan (kesiangan)
seka peluh lumuri kening
mengais butir-butir asa terserak
tertatih mengejar matahari
menggapai mimpimimpi kaum jelata
mencari pengganti asi ibu kurang gizi
bagi bayi yang hampir mati
menggelepar kala memandang mendung menggantung di atas negeri ini
rakyat sudra
sekadar inginkan anaknya berdasi, bertopi tut wuri handayani
nyanyikan lagu padamu negeri
mengangkasa bersama sayap perkasa garuda
namun susu tak juga mampu terbeli
ooo..
jerit lirih itu rapat terkunci
telingatelinga tetutup tak mau dengar lagi
wajah melengos berpaling pergi
mulut yang biasanya lantang berorasi
diam seribu bahasa tak berkatakata
akankah terus terlukis
miris
tak berkesudahan
lalu: mati
Magelang, 23032015

