Senin pagi, aktivitasku
sebagai seorang guru kumulai lagi, setelah ada jeda 1 hari di seharian minggu
kemarin. Upacara menjadi aktivitas rutin yang dilakukan di sekolah setiap
senin. Siswa-siswa yang berjajar rapi dan para guru yang khidmad menghormat
bendera. Hanya setengah jam saja dalam seminggu, tapi kadang ada yang malas
menjalaninya.
Siangnya,
selesai dengan berbagai aktivitas, kepala sekolah melalui iphone memberitahukan
bahwa aku dipanggul kabag PPTK Dinas Pendidikan. Pikiranku tidak karuan.. ada
apa ini? Jangan-jangan... aku mau ditraktir makan nieh.. hehehe...
Kupacu
sepeda motorku dengan kecepatan 40km perjam saja. Pelan-pelan sambil
mencari-cari jawaban di pinggir jalan, siapa tau ketemu... J
Ada berita
apa ya? Adakah kasus yang terjadi dengan diriku? Atau ada hubungannya dengan
guru prestasi yang lombanya kuikuti seminggu yang lalu? Entahlah... jawaban itu
benar-benar belum ketemu.
Masih
kuingat seminggu yang lalu, tepatnya sepuluh hari ‘dink’.
Kamis siang
di aula sekolah, disela-sela acara Tinjauan Manajemen yang diikuti seluruh
keluarga besar SMK. Kepala Sekolah menemuiku. Aku diminta mewakili sekolah untuk
maju dalam lomba guru berprestasi.
‘wehhh.. ‘ dalam hatiku membantah.
Mana mungkin
aku maju, aku kan belum punya banyak prestasi. Jadi gurupun baru 8 tahun saja. Minim
syarat yang harus terpenuhi. Tapi kepala sekolah berusaha meyakinkanku, aku
pasti bisa. Dan... yang terpenting adalah, pengalaman yang dicari, bukan juara
yang harus diraih, demi nama baik sekolah. Dari ragu-ragu hingga muncul
keyakinan, akhirnya kuiyakan saja. Akan aku lakukan, demi amanah yang sudah
dipasrahkan kepadaku. Itu saja keyakinanku.
Pukul empat
sore hari itu juga, aku bertandang kepada salah satu temanku yang tahun
sebelumnya pernah menjadi juara satu guru berprestasi tingkat kota dan maju ke
tingkat provinsi. Banyak yang dia sampaikan kepadaku tentang lomba, yang harus
dilakukan dan dikerjakan. Kudengarkan dengan seksama. Pada akhirnya seluruh
berkasnya yang satu dos dipinjamkan kepadaku, sebagai referensi katanya.
Kuterima dengan bersusah payah membawanya naik ke parkiran... Ya Allah beri aku
kekuatan .. doaku dalam hati.
Berbekal
berkas satu dus itu, kubolak-balik, kupelajari di rumah. Hingga pukul satu dini
hari kubuat komponen-komponen yang harus aku siapkan. Kupikir.. besok pagi
tinggal print, foto copy dan tata berkas. Dalam tidurku.. pikiranku tidak bisa
tidur, serasa melayang kemana-mana. Banyak hal yang berkutat di dalamnya. Apa
yang harus aku kerjakan esok pagi. Jam tiga pun aku terbangun. Sholat
kutunaikan dan melanjutkan kembali pekerjaanku. Tak terasa ternyata sudah
menjelang pukul 6 pagi. Tak sempat aku masak untuk sarapan anak-anakku. Beli
sajalah, yang penting anak-anak bisa makan.
Jumat, hari
itu.
Hatiku
bertekad, dalam waktu sehari aku harus bisa menyelesaikan semua berkasku.
Selembar demi selembar komponen aku print, selesai satu dua pekerjaan kuantar
ke Foto Copian, biar dicicil sama
masnya tukang FC. Seperti itu teruss....sampai menjelang jumatan. Sudah tak
terhitung berapa kali aku naik turun tangga. Bolak balik ruangan kantorku dan
tempat FC. Kutata satu persatu portofolioku. Hingga pada akhirnya pukul
setengah empat sore, SELESAI... kubawa ke FC untuk dijilid. Sedikit lega dalam
hatiku. Aku sudah pesan kepada masnya, besok pagi harus sudah jadi dalam bentuk
jilidan karena harus di legalisir kepala sekolah. ~diiyakan~
Dalam waktu
lima menit aku sudah melesat di atas aspal menggunakan motor biru, warna
kesukaanku... hehehe... jemput anak dari sekolah. Segala yang aku lakukan
seperti sekejap saja. Waktu berjalan begitu cepat. Tiba-tiba sudah maghrib
saja. Ternyata satu tugasku untuk best practice, karya tulis yang harus aku
presentasikan besok senin belum selesai aku buat.
Selesai
sholat maghrib, menemani belajar anak-anak hingga pukul sembilan, mata ini
rasanya sudah tak mampu terbuka lagi, tapi kupaksakan. Anak-anak tidur
kulanjutkan membuat best practiceku... hingga pukul satu malam... ternyata tak
kunjung usai. Namun alhamdulillah sudah sekitar setengah aku selesaikan. Karena
besok pagi aku harus ke Kali Urang Sleman untuk acara lanjutan Tinjauan
Manajemen, akhirnya kurebahkan badanku sejenak. Seperti malam sebelumnya...
mata dan tubuh tertidur tapi pikiran masih berkeliaran mencari-cari kalimat
yang harus aku tulis, kutuangkan dalam karya tulisku.
Dua jam saja
aku tertidur. Selesai sholat aku hanya mampu memandang lapyku yang juga tak mau
kalah memandangku dengan kesyahduannya... cieeeeee... Karena sudah tak mampu
menuliska kata demi kata, kalimat demi kalimat, kuputuskan untuk packing saja.
Persiapan menuju Kali Urang.
Jam tujuh
pagi selesai mengantar anak-anak sekolah, seluruh jilidan portofolioku ternyata
sudah diantar sampai ruang TU, dan kepala sekolah sudah menungguku untuk tanda
tangan. Hehehe.. baru kali ini ya, guru ditunggu kepala sekolah... #halah...
dan akhirnya tanda tangan itu sudah tersemat manis dalam portofolio dan semua
yang terhidang di meja. Hahahahaha.
Berangkatlah
aku ke Kali Urang... ngadem sebentar saja. Pikirku.
Sebagai
panitia dalam Tinjauan Manajemen, membuatku tidak bisa nyambi berkonsentrasi menyelesaikan karya tulis best practice ku.
Pekerjaan sebagai panitia memaksaku tidur jam dua pagi. Lelah dan sangat
lelah... sampai aku tertidur...
Kriiiiiinnnggg...
jam empat pagi alarm berbunyi. Mengagetkanku... terbangun juga aku. Aktivitas
sebagai panitia akan segera aku jalani (lagi). Pukul sepuluh pagi.. agak
longgar pekerjaanku. Teman-teman membahasa keuangan sekolah, aku menyingkir
dari peradaban.. xixixixi.
Dalam waktu
satu jam di dalam kamar kuselesaikan bab tiga.... dan..jreeeennnnnnggggg... belum selesai juga.... sampai jam pulang.
Namanya
anak-anak.. ibu pergi dua hari semalam.. kangennya luar biasaaaa, aku juga sih...
ga sempat pegang lapy menyelesaikan best practiceku yang kurang selangkah saja
usai. Hingga pukul sembilan baru bisa megang, ketak ketik, mengerjakan bab
terakhir dan halaman depan. Hingga pukul sepuluh malam. Mata ini sudah
rapat-rapat ingin tidur, harus kupaksakan tidur, pikirku, kalau tidak aku malah
bisa sakit, sedangkan besok pagi aku harus maju lomba... untuk kesekian kali...
hanya kupanjatkan doa kepadaNya.. kuatkan aku Ya Allah....
Jam satu
dini hari aku terbangun, dengan tiba-tiba, tanpa alarmpun aku sudah langsung
bisa beranjak dari tempat tidurku dengan segera. Mataku belum bisa terbuka
penuh, akhirnya kuputuskan untuk wudhu dan sholat. Alhamdulillah.. aku lebih
segar. Dan dari jam satu malam hingga pukul lima pagi.. aku selesaikan karya tulisku,
dan power point untuk presentasiku.
Seperti yang
sudah kujanjikan pada mase tukang FC, jam lima pagi aku sudah harus sampai
ditempatnya untuk print dan jilid.. #maksa.com. masnyapun berusaha untuk itu..
eeehhh ternyata hingga pukul lima lebih seperempat belum juga dia datang.
Karena anakku minta dibelikan nasi kuning untuk bekal sekolah, aku berlari
menggunakan sepeda motorku (njuk piye jallll... lari sambil bawa sepeda motor
gitu???? Hehehe). Setengah enam baru mase memberitahu kalau sudah di rental.
Langsung aku ke sana, dan akhirnya dikerjakan juga jilidanku. Dan aku
pulang.... mengantar sekolah anak-anak... ehhh.. kok nggak mandi?? Sudah dong..
kalau itu sih tidak usah diceritakan...wkwkwkwk...
Sambil
menunggu kegugupanku ... kuminta tanda tangan kepala sekolahku senin pagi.
Pukul delapan kurang seperempat akhirnya aku bisa berangkat menuju tempat
lomba. Berkas sebanyak satu dos besar dan satu tas aku titipkan di mobil kepala
sekolahku (makasih ya pak.. sudah boleh nitip dalam mobil.. ). Akupun berangkat
bersama motor biruku. Anehnya...... selama upacara pembukaan.. aku ngantuk luar
biasa.. dan sempat sampai mau jatuh ketika aku duduk mendengarkan pidato kepala
dinas dalam upacara pembukaan... #therlaluuuuu....
Dua hari
lomba itu kulalui dengan enjoy... tanpa beban.. kujalani saja. Bagiku.. ini
adalah kelas pembelajaranku.. aku harus banyak belajar dari pengalaman ini. Aku
tidak mentargetkan apa-apa. Untuk juarapun pasti jauh panggang dari api.
Bagaimana tidak, masa kerja para peserta lomba lebih banyak, portofolio mereka
juga wuiiihhh bejibun deh pokoknya.... juara dua dan tiga tahun lalupun ikut,
jadi aku niatkan belajar saja. Alhamdulillah, di hari kedua, pada saat
presentasi.. juri mengatakan bahwa best practiceku adalah yang terbaik diantara
peserta lomba.. cleesssss... dalam hatiku... sebagai pengobat ngantuk dan
lelahku lah pak.... batinku. Usai lomba... rasa lega ruaaarrr biasa. Tugasku
sudah selesai. Aku bebassss. Aku tidak memikirkan pengumuman kapan, juara atau
tidak.
***
Jawaban
pertanyaanku dari sekolah, sepanjang jalan tadi akhirnya kutemukan di Ruang
Sidang Dinas Pendidikan Kota. Aku menjadi juara pertama guru berprestasi SMK
tingkat kota... tak kusangka... kok bisa ya? Pertanyaan yang sampai saat ini
masih berulang-ulang berkutat dalam pikiranku.... Tak pernah aku memimpikan
menjadi guru berprestasi, karena aku sangat jauh dari kriteria sebagai guru
prestasi. Namun itu sekarang nyata... aku tidak bermimpi...
Syukur
Alhamdulillah kupanjatkan doa kepadaMu ya Allah... engkau pasti punya rencana
dengan apa yang aku lakukan dan apa yang sudah engkau berikan kepadaku...
Berikan kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan amanah ini.
Amanah yang harus aku bawa ke tingkat propinsi bulan Juni nanti... agar aku
bisa menampilkan yang terbaik dan bisa maksimal semampuku.
Engkau yang akan menilai semua yang aku kerjakan dalam hidupku.
Biarkan ilmu memandu kalbuku...
Tidar_sejoek,
5 Mei 2014
Umi
Azzurasantika