Senin, 05 Mei 2014

Mimpi menjadi Guru Berprestasi



Senin pagi, aktivitasku sebagai seorang guru kumulai lagi, setelah ada jeda 1 hari di seharian minggu kemarin. Upacara menjadi aktivitas rutin yang dilakukan di sekolah setiap senin. Siswa-siswa yang berjajar rapi dan para guru yang khidmad menghormat bendera. Hanya setengah jam saja dalam seminggu, tapi kadang ada yang malas menjalaninya.
Siangnya, selesai dengan berbagai aktivitas, kepala sekolah melalui iphone memberitahukan bahwa aku dipanggul kabag PPTK Dinas Pendidikan. Pikiranku tidak karuan.. ada apa ini? Jangan-jangan... aku mau ditraktir makan nieh.. hehehe...
Kupacu sepeda motorku dengan kecepatan 40km perjam saja. Pelan-pelan sambil mencari-cari jawaban di pinggir jalan, siapa tau ketemu... J
Ada berita apa ya? Adakah kasus yang terjadi dengan diriku? Atau ada hubungannya dengan guru prestasi yang lombanya kuikuti seminggu yang lalu? Entahlah... jawaban itu benar-benar belum ketemu.
Masih kuingat seminggu yang lalu, tepatnya sepuluh hari ‘dink’.
Kamis siang di aula sekolah, disela-sela acara Tinjauan Manajemen yang diikuti seluruh keluarga besar SMK. Kepala Sekolah menemuiku. Aku diminta mewakili sekolah untuk maju dalam lomba guru berprestasi.
wehhh.. ‘ dalam hatiku membantah.
Mana mungkin aku maju, aku kan belum punya banyak prestasi. Jadi gurupun baru 8 tahun saja. Minim syarat yang harus terpenuhi. Tapi kepala sekolah berusaha meyakinkanku, aku pasti bisa. Dan... yang terpenting adalah, pengalaman yang dicari, bukan juara yang harus diraih, demi nama baik sekolah. Dari ragu-ragu hingga muncul keyakinan, akhirnya kuiyakan saja. Akan aku lakukan, demi amanah yang sudah dipasrahkan kepadaku. Itu saja keyakinanku.
Pukul empat sore hari itu juga, aku bertandang kepada salah satu temanku yang tahun sebelumnya pernah menjadi juara satu guru berprestasi tingkat kota dan maju ke tingkat provinsi. Banyak yang dia sampaikan kepadaku tentang lomba, yang harus dilakukan dan dikerjakan. Kudengarkan dengan seksama. Pada akhirnya seluruh berkasnya yang satu dos dipinjamkan kepadaku, sebagai referensi katanya. Kuterima dengan bersusah payah membawanya naik ke parkiran... Ya Allah beri aku kekuatan .. doaku dalam hati.
Berbekal berkas satu dus itu, kubolak-balik, kupelajari di rumah. Hingga pukul satu dini hari kubuat komponen-komponen yang harus aku siapkan. Kupikir.. besok pagi tinggal print, foto copy dan tata berkas. Dalam tidurku.. pikiranku tidak bisa tidur, serasa melayang kemana-mana. Banyak hal yang berkutat di dalamnya. Apa yang harus aku kerjakan esok pagi. Jam tiga pun aku terbangun. Sholat kutunaikan dan melanjutkan kembali pekerjaanku. Tak terasa ternyata sudah menjelang pukul 6 pagi. Tak sempat aku masak untuk sarapan anak-anakku. Beli sajalah, yang penting anak-anak bisa makan.

Jumat, hari itu.
Hatiku bertekad, dalam waktu sehari aku harus bisa menyelesaikan semua berkasku. Selembar demi selembar komponen aku print, selesai satu dua pekerjaan kuantar ke Foto Copian, biar dicicil sama masnya tukang FC. Seperti itu teruss....sampai menjelang jumatan. Sudah tak terhitung berapa kali aku naik turun tangga. Bolak balik ruangan kantorku dan tempat FC. Kutata satu persatu portofolioku. Hingga pada akhirnya pukul setengah empat sore, SELESAI... kubawa ke FC untuk dijilid. Sedikit lega dalam hatiku. Aku sudah pesan kepada masnya, besok pagi harus sudah jadi dalam bentuk jilidan karena harus di legalisir kepala sekolah. ~diiyakan~
Dalam waktu lima menit aku sudah melesat di atas aspal menggunakan motor biru, warna kesukaanku... hehehe... jemput anak dari sekolah. Segala yang aku lakukan seperti sekejap saja. Waktu berjalan begitu cepat. Tiba-tiba sudah maghrib saja. Ternyata satu tugasku untuk best practice, karya tulis yang harus aku presentasikan besok senin belum selesai aku buat.
Selesai sholat maghrib, menemani belajar anak-anak hingga pukul sembilan, mata ini rasanya sudah tak mampu terbuka lagi, tapi kupaksakan. Anak-anak tidur kulanjutkan membuat best practiceku... hingga pukul satu malam... ternyata tak kunjung usai. Namun alhamdulillah sudah sekitar setengah aku selesaikan. Karena besok pagi aku harus ke Kali Urang Sleman untuk acara lanjutan Tinjauan Manajemen, akhirnya kurebahkan badanku sejenak. Seperti malam sebelumnya... mata dan tubuh tertidur tapi pikiran masih berkeliaran mencari-cari kalimat yang harus aku tulis, kutuangkan dalam karya tulisku.
Dua jam saja aku tertidur. Selesai sholat aku hanya mampu memandang lapyku yang juga tak mau kalah memandangku dengan kesyahduannya... cieeeeee... Karena sudah tak mampu menuliska kata demi kata, kalimat demi kalimat, kuputuskan untuk packing saja. Persiapan menuju Kali Urang.
Jam tujuh pagi selesai mengantar anak-anak sekolah, seluruh jilidan portofolioku ternyata sudah diantar sampai ruang TU, dan kepala sekolah sudah menungguku untuk tanda tangan. Hehehe.. baru kali ini ya, guru ditunggu kepala sekolah... #halah... dan akhirnya tanda tangan itu sudah tersemat manis dalam portofolio dan semua yang terhidang di meja. Hahahahaha.
Berangkatlah aku ke Kali Urang... ngadem sebentar saja. Pikirku.
***

Sebagai panitia dalam Tinjauan Manajemen, membuatku tidak bisa nyambi berkonsentrasi menyelesaikan karya tulis best practice ku. Pekerjaan sebagai panitia memaksaku tidur jam dua pagi. Lelah dan sangat lelah... sampai aku tertidur...
Kriiiiiinnnggg... jam empat pagi alarm berbunyi. Mengagetkanku... terbangun juga aku. Aktivitas sebagai panitia akan segera aku jalani (lagi). Pukul sepuluh pagi.. agak longgar pekerjaanku. Teman-teman membahasa keuangan sekolah, aku menyingkir dari peradaban.. xixixixi.
Dalam waktu satu jam di dalam kamar kuselesaikan bab tiga.... dan..jreeeennnnnnggggg... belum selesai juga.... sampai jam pulang.
Namanya anak-anak.. ibu pergi dua hari semalam.. kangennya luar biasaaaa, aku juga sih... ga sempat pegang lapy menyelesaikan best practiceku yang kurang selangkah saja usai. Hingga pukul sembilan baru bisa megang, ketak ketik, mengerjakan bab terakhir dan halaman depan. Hingga pukul sepuluh malam. Mata ini sudah rapat-rapat ingin tidur, harus kupaksakan tidur, pikirku, kalau tidak aku malah bisa sakit, sedangkan besok pagi aku harus maju lomba... untuk kesekian kali... hanya kupanjatkan doa kepadaNya.. kuatkan aku Ya Allah....
Jam satu dini hari aku terbangun, dengan tiba-tiba, tanpa alarmpun aku sudah langsung bisa beranjak dari tempat tidurku dengan segera. Mataku belum bisa terbuka penuh, akhirnya kuputuskan untuk wudhu dan sholat. Alhamdulillah.. aku lebih segar. Dan dari jam satu malam hingga pukul lima pagi.. aku selesaikan karya tulisku, dan power point untuk presentasiku.
Seperti yang sudah kujanjikan pada mase tukang FC, jam lima pagi aku sudah harus sampai ditempatnya untuk print dan jilid.. #maksa.com. masnyapun berusaha untuk itu.. eeehhh ternyata hingga pukul lima lebih seperempat belum juga dia datang. Karena anakku minta dibelikan nasi kuning untuk bekal sekolah, aku berlari menggunakan sepeda motorku (njuk piye jallll... lari sambil bawa sepeda motor gitu???? Hehehe). Setengah enam baru mase memberitahu kalau sudah di rental. Langsung aku ke sana, dan akhirnya dikerjakan juga jilidanku. Dan aku pulang.... mengantar sekolah anak-anak... ehhh.. kok nggak mandi?? Sudah dong.. kalau itu sih tidak usah diceritakan...wkwkwkwk...
Sambil menunggu kegugupanku ... kuminta tanda tangan kepala sekolahku senin pagi. Pukul delapan kurang seperempat akhirnya aku bisa berangkat menuju tempat lomba. Berkas sebanyak satu dos besar dan satu tas aku titipkan di mobil kepala sekolahku (makasih ya pak.. sudah boleh nitip dalam mobil.. ). Akupun berangkat bersama motor biruku. Anehnya...... selama upacara pembukaan.. aku ngantuk luar biasa.. dan sempat sampai mau jatuh ketika aku duduk mendengarkan pidato kepala dinas dalam upacara pembukaan... #therlaluuuuu....
Dua hari lomba itu kulalui dengan enjoy... tanpa beban.. kujalani saja. Bagiku.. ini adalah kelas pembelajaranku.. aku harus banyak belajar dari pengalaman ini. Aku tidak mentargetkan apa-apa. Untuk juarapun pasti jauh panggang dari api. Bagaimana tidak, masa kerja para peserta lomba lebih banyak, portofolio mereka juga wuiiihhh bejibun deh pokoknya.... juara dua dan tiga tahun lalupun ikut, jadi aku niatkan belajar saja. Alhamdulillah, di hari kedua, pada saat presentasi.. juri mengatakan bahwa best practiceku adalah yang terbaik diantara peserta lomba.. cleesssss... dalam hatiku... sebagai pengobat ngantuk dan lelahku lah pak.... batinku. Usai lomba... rasa lega ruaaarrr biasa. Tugasku sudah selesai. Aku bebassss. Aku tidak memikirkan pengumuman kapan, juara atau tidak.
***

Jawaban pertanyaanku dari sekolah, sepanjang jalan tadi akhirnya kutemukan di Ruang Sidang Dinas Pendidikan Kota. Aku menjadi juara pertama guru berprestasi SMK tingkat kota... tak kusangka... kok bisa ya? Pertanyaan yang sampai saat ini masih berulang-ulang berkutat dalam pikiranku.... Tak pernah aku memimpikan menjadi guru berprestasi, karena aku sangat jauh dari kriteria sebagai guru prestasi. Namun itu sekarang nyata... aku tidak bermimpi...
Syukur Alhamdulillah kupanjatkan doa kepadaMu ya Allah... engkau pasti punya rencana dengan apa yang aku lakukan dan apa yang sudah engkau berikan kepadaku... Berikan kesempatan, kekuatan, dan kesehatan untuk melanjutkan amanah ini. Amanah yang harus aku bawa ke tingkat propinsi bulan Juni nanti... agar aku bisa menampilkan yang terbaik dan bisa maksimal semampuku.

Engkau yang akan menilai semua yang aku kerjakan dalam hidupku.
Biarkan ilmu memandu kalbuku...

Tidar_sejoek, 5 Mei 2014
Umi Azzurasantika



Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...