Namanya juga mak-mak, yang diceritakan ya anaknya. Celotehnya, ngambegnya, juga manjanya. Seperti sore ini. Waktu jemput sekolah, saya ditarik si kakak. Suruh melihat mading sekolahnya. Ternyata puisinya yang bertema perjuangan masuk karya yang dipajang di mading sekolah. Selain itu, puisinya dapat nilai 95 dari ustadzahnya. Selamat ya, Kakak.
Lain lagi adiknya, sambil meluk cium dia memberikan surat cinta katanya. Selembar amplop berwarna biru, kesukaan ibunya.
"Buka ya bu," pintanya.
Penuh rasa penasaran saya buka.
Ini dia puisi yang ditulisnya.
I B U K U
Ibuku engkau telah melahirkan aku ke bumi
Engkau susah payah melahirkanku
Engkau menyusui aku sejak kecil
Bila aku marah engkau tidak marah
Engkau mendidikku, Ibuku
Bila aku besar aku akan membanggakanmu
I love mom
I Love mom i (sebisa dia berbahasa inggris)
Meleleh air mata ini.
Subhanallah, begitu hebat karunia yang dititipkan untukku.
Magelang, 28042016
Umi Azzurasantika
Ibuku engkau telah melahirkan aku ke bumi
Engkau susah payah melahirkanku
Engkau menyusui aku sejak kecil
Bila aku marah engkau tidak marah
Engkau mendidikku, Ibuku
Bila aku besar aku akan membanggakanmu
I love mom
I Love mom i (sebisa dia berbahasa inggris)
Meleleh air mata ini.
Subhanallah, begitu hebat karunia yang dititipkan untukku.
Magelang, 28042016
Umi Azzurasantika


Tidak ada komentar:
Posting Komentar