Selasa, 17 Mei 2016

Gadon


Sebagai wong ndesa, Saya tetap bermimpi menjadi wong ndesa. Punya rumah di pinggir sawah dengan suasana hening. Adem ayem dan tenang. Sesekali desau angin berhembus, cuitan suara burung, kokok ayam, dan celoteh katak saat musim hujan. Ah... benar-benar kehidupan yang damai.
Memiliki pekarangan yang bisa ditanami apa saja. Saat mau masak tinggal petik sayuran di pagar rumah. Tak perlu belanja, cukup gula dan garam saja sebagai pelengkapnya yang dibeli. Pasti sebagai wong ndesa tetap berdaya. Berswasembada pangan sendiri.
Mimpi dululah saat ini. Meski sekejap layaknya nyala api. Hari ini saya masak dengan membuat Gadon. Daging sapi giling (hasil dikasih), telur, santan kental, kemangi, tomat, sedikit garam sesuai selera. Tambahkan cabai rawit utuh jika suka pedas. Note: kalau di desa semuanya hasil bumi.
Semua bahan dibungkus daun pisang (beli juga), kemudian dikukus. Sudah matang. Trarara... rasanya lumayan lah untuk lidah saya. Anti kolesterol karena tidak menggunakan minyak.
Satu hal yang perlu dicatat dalam diary saya adalah, bukan penampilan yang amburadul dan rasa sederhana tanpa micin. Tapi karena saya berhasil membungkusnya dengan rapi. Hihihi. Tiada biting dari lidi, menggunakan staplerpun jadi. smile emoticon
Didikan simbok berhasil satu nih...
Selamat Rabu penuh semangat, kawan!


Salam santun saya,

Magelang, 27042016
Umi Azzura

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...