Minggu, 30 Maret 2014
Pelajaran dari sahabat
sahabat...
letakkan pada sandaran hati
meski hanya sesaat
meski sungguh berat sangat
#mencoba_bertahan
relung jiwaku, 30 Maret 2014
Potret Perempuan Dalam Workshop Pengelolaan Media Komunitas
Media komunitas saat ini sedang menjadi
primadona dalam dunia jejaring. Disahkanya UU Desa (18/12/2013) menambah
semangat pegiat media komunitas untuk lebih semangat dalam
mengelolanya. Para aktivis di desa menjadikan media komunitas dalam
bentuk radio komunitas, televisi komunitas dan media komunitas sebagai
alat untuk mengawal jalannya UU Desa tersebut.
SIAR
(Saluran Informasi Akar Rumput) Yogyakarta bersama Suara Komunitas dan
Combine menggagas sebuah acara workshop Media Komunitas Pengelolaan SID
untuk pengembangan Pasar Komunitas. Acara ini diselenggarakan mulai
Jumat 28 sampai Minggu 30 Maret 2014 di Studio Gema Merapi Kepuharjo,
Cangkringan, Sleman. Acara ini dihadiri peserta lebih dari 30 orang dari
media komunitas anggota SIAR Yogyakarta. Delapan media komunitas yaitu
Gema Merapi FM, TV Kagem Ngaglik Sleman, Jaringan Media Komunitas
Gunungkidul (JMKGK), Sadewo FM Pleret Bantul, Media Komunitas Angkringan
Timbulharjo Bantul, Paworo FM Sanden bantul, Joglo TV, KalicodeFest.
Kepuharjo_Cangkringan_Sleman, 29032014
Umi Azzurasantika
Workshop yang berlangsung selama tiga
hari ini bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan pegiat media komunitas
anggota SIAR Yogyakarta dalam berpartisipasi mengembangkan Sistem
Informasi Desa (SID) didesanya. Selain itu untuk meningkatkan
ketrampilan pegiat media komunitas dalam memperkaya konten Web Desa.
Meningkatkan ketrampilan pegiat media komunitas dalam menyampaikan
liputan kegiatan komunitasnya sebagai ketrampilan “berkomunikasi”
dengan pihak di luar desa melalui suarakomunitas.net. Selanjutnya tujuan
dari kegiatan ini untuk menumbuhkan ketrampilan pegiat media komunitas
dalam pengelolaan SID untuk pengembangan pasar komunitas. Setelah acara
ini selesai diharapkan ada sesuatu yang berharga yang dibawa pulang ke
desa masing-masing sehingga ada inovasi baru untuk pengelolaan desa. .
Layaknya pemenuhan kuota caleg dalam
pemilu, dari 30an peserta yang hadir sebanyak 30% peserta adalah
perempuan. Dua dari JMKGK, satu dari Kagem TV, dan lima perempuan dari
Gema Merapi FM. Patut diacungi jempol ketika perempuan-perempuan pegiat
dunia komunitas ini mau berpartisipasi di dalamnya. Karena dari
perempuanlah seorang laki-laki dapat mencapai keberhasilan dalam setiap
suksesnya.
Para pegiat perempuan ini berpartisipasi
sebagai penyiar, kontributor, pewarta warga, admin media sosial dan
sebagainya. Peran perempuan ini adalah sebagai penyeimbang dalam setiap
kegiatan yang dilakukan dalam media komunitas. Suara perempuan tidak
bisa diabaikan, dan ini sebagai bentuk penghargaan kepada peremnpua
sekaligus sebagai bentuk kesetaraan gender. Panitia tidak membedakan
antara hak dan kewajiban dalam acara ini, sebagai contoh dalam
memberikan kontribusi peserta dalam membuat tulisan.
Perempuan sebagai salah satu pilar
negara, mudah-mudahan lahir dari sebuah workshop kecil ini. Dari
kegiatan ini diharapakan akan bermunculan pegiat-pegiat perempuan dalam
media komunitas yang akan memajukan desa khususnya dan bagi perempuan
pada umumnya. Suara perempuan suara kita.Kepuharjo_Cangkringan_Sleman, 29032014
Umi Azzurasantika
Prasyarat Menentukan Caleg Idaman
Tak kenal
maka tak sayang. Pepatah ini sering digunakan oleh seseorang yang belum
pernah kenal lalu ia berkenalan dengan orang lain. Pepatah ini
menunjukkan bahwa orang itu akan sayang ketika kita sudah mengenalnya
dengan baik. Sayang dalam arti tahu, paham, dan mengenal dengan baik.
Saat ini negara kita sedang dalam masa pesta demokrasi. Pesta untuk
pemerintah, untuk partai politik, untuk para caleg, atau pestanya untuk
seluruh rakyat Indonesia.
Agar
pesta demokrasi ini dapat dimaknai dan dirasakan oleh seluruh rakyat
Indonesia, kita sebagai pemilih harus benar-benar mengenal siapa caleg
yang pantas untuk dipilih menjadi legislator. Kita harus
menentukan pilihan kita dengan cermat pada Pemilu legislatif 9 April dan
pemilihan presiden pada 9 Juli mendatang. Golput tentunya bukan pilihan
yang tepat. Karena ketika kita golput kita akan membiarkan negara
dipimpin oleh orang-orang yang bukan pilihan kita yang belum tentu visi
misinya sama dengan yang kita inginkan. Ketika kita menggunakan hak kita
untuk memilih, disitulah aspirasi kita akan tersalurkan ke pemerintah
melalui para legislator.
Untuk menentukan pilihan dengan baik, beberapa hal yang harus kita perhatikan diantaranya adalah : Pertama, Tentukan
Partai Politik. Sebelum menentukan siapa caleg yang akan kita pilih,
kita harus menentukan partai politik dulu. Karena para caleg tersebut
pasti bernaung di bawah partai politiknya. Dalam menentukan partai
politik dibutuhkan waktu sejenak, agar kita bisa mengamati dengan baik
profil partai politik tersebut. Partai politik yang kita pilih tentu
harus yang berideologi, bervisi misi sama dengan paham kita. Partai
politik yang besar dan lebih berpengalaman tentunya akan menjadi
alternatif pilihan pertama. Bagaimanapun juga partai politik yang besar
dan berdiri sudah lama pasti sudah berpengalaman dalam bidang politik.
Tapi bukan berarti partai yang baru itu tidak berkualitas. Partai baru
yang memiliki visi misi yang bagus pun pasti ada. Tinggal bagaimana kita
mengetahui dan memahami secara mendalam profil partai politik tersebut
Kedua, Tentukan Calon
Legislatif. Setelah menentukan partai politik, selanjutnya adalah
menentukan caleg yang akan kita pilih. Kita harus mengetahui rekam jejak
caleg yang akan kita pilih. Jangan memilih caleg yang tidak kita
ketahui latar belakang kehidupan keluarganya. Untuk mengetahui rekam
jejak caleg tersebut bisa dilihat dari informasi dari masyarakat secara
umum. Melalui media sosial atau website yang mungkin dimilikinya. Ketika
caleg tersebut sudah memiliki track record yang buruk, tentu
pilihan itu harus kita anulir. Cobalah untuk mengalihkan ke caleg lain
yang memiliki latar belakang kehidupan yang baik. Harapannya ketika
caleg itu memiliki latar belakang kehidupan yang baik, akan baik pula
kinerjanya ketika nanti dia duduk menjadi seorang legislator.
Ketiga, Lihatlah integritas,
konsistensi dan keteguhan caleg pilihan kita. Pastikan caleg tersebut
memiliki konsep jelas, memiliki kejujuran dan kebenaran dalam
bertindak. Seorang caleg yang memiliki integritas yang baik akan selalu
memegang prinsipnya dalam melakukan tindakan. Salah satu contohnya, jika
pada pemilihan lima tahun yang lalu dia berada pada partai A kemudian
pada pemilihan tahun ini dia bernaung pada partai B, maka caleg tersebut
tidak memiliki konsistensi yang baik. Meskipun bisa saja alasan itu
karena adanya perbedaan prinsip dan visi misi. Namun tentunya, ketika
seseorang menentukan pilihan partai tempat dia bernaung, dia sudah
menentukan pilihan terbaiknya.
Keempat, Pilihlah Caleg yang
memiliki keahlian. Untuk menjadi legislator itu tidak mudah, butuh
keahlian dalam bidang politik. Keahlian ini akan menentukan kinerjanya
sebagai anggota dewan nantinya. Seorang legislator akan membuat dan
menentukan sebuah kebijakan untuk negara dan rakyatnya. Bagaimana
mungkin seseorang yang tidak memiliki keahlian akan dapat membuat sebuah
kebijakan penting bagi negaranya. Di tangan orang - orang cerdas
tersebut nasib negara lima tahun kedepan ditentukan.
Kelima, Cermati
program yang ditawarkan oleh para caleg. Setiap caleg yang menawarkan
diri atau yang mencalonkan diri untuk menjadi legislator pastinya
memiliki program untuk lima tahun ke depan. Program yang ditawarkan oleh
caleg haruslah logis. Dari belasan mungkin puluhan program yang
ditawarkan harus kita amati dengan baik. Dari program itu apakah
menguntungkan masyarakat secara umum atau tidak. Apakah hanya menguntung
beberapa kelompok masyarakat saja. Nah itu harus benar-benar kita
ketahui dan kita amati.
Keenam, Tentukan pilihan
alternatif. Ketika partai politik sudah ditentukan, nama calegpun sudah
ditangan, kita tinggal menyalurkan aspirasi kita sebagai pemilih pada 9
April nanti. Namun jika ternyata dari caleg pilihan kita tersebut bukan
dari partai yang kita pilih sebelumnya, namun memiliki integritas yang
baik maka beralihlah pada pilihan hati agar pilihan kita tidak salah.
Yang terpenting partai tempat bernaungnya caleg tersebut sesuai dengan
ideologi, visi, dan misi kita. Satu pilihan adalah penentu keberhasilan
seseorang untuk menjadi seorang anggota dewan. Namun akan sukses dan
berhasil jika didukung oleh ratusan, mungkin ribuan pendukung lainnya.
Untuk itulah agar caleg itu berhasil naik menjadi legislator,
kampanyekan dirinya yang memiliki integritas tinggi agar dipilih oleh
masyarakat umum. Kampanye itu bisa dengan melalui media sosial, web,
informasi lainnya, baik media cetak, elektronik maupun berbasis
internet. Selamat berburu caleg yang berintegritas, dan selamat memilih.
***
Kepuharjo_Cangkringan_Sleman, 29 Maret 2014
Umi Azzurasantika
(pagi) Menjelang
pagi menjelang
kuingin berlari kencang
menerjang
hijaunya alang-alang
bebas terbang
melayang
seperti layang-layang
meski bayu menghadang
menerawang
jauh mata memandang
diawang-awang
bersama dayang-dayang
***
Tidar sejuk, 26032014
Umi Azzurasantika
Kamis, 20 Maret 2014
Ayah...
sedang apa kau di sana
apakah burung-burung itu masih menemanimu
apakah gemericik air itu tiada lelah di sampingmu
ataukah tanah tak lagi bersahabat menyapamu
setiamu tiada terukur
meskipun sejelaga hanya engkau dapati
meskipun hamparan itu kini telah mati
terlibas sekawanan mantera tak berperi
kau tetap di sana
menjagai sedikit yang termiliki
menjagai semangatmu untuk kami
memahat asa tiada henti
selintas senyum tergurat
terpahat manis direnda mimpiku
bahagiamu adalah kuat pada inginku
kucoba katakan ucap rindu
salamku ayah…
yang jauh dari pelupuk mataku
***
Rinduku, 19 Maret 2014
Umi Azzurasantika
apakah burung-burung itu masih menemanimu
apakah gemericik air itu tiada lelah di sampingmu
ataukah tanah tak lagi bersahabat menyapamu
setiamu tiada terukur
meskipun sejelaga hanya engkau dapati
meskipun hamparan itu kini telah mati
terlibas sekawanan mantera tak berperi
kau tetap di sana
menjagai sedikit yang termiliki
menjagai semangatmu untuk kami
memahat asa tiada henti
selintas senyum tergurat
terpahat manis direnda mimpiku
bahagiamu adalah kuat pada inginku
kucoba katakan ucap rindu
salamku ayah…
yang jauh dari pelupuk mataku
***
Rinduku, 19 Maret 2014
Umi Azzurasantika
Selasa, 11 Maret 2014
Rp 100/lembar Surat Suara
Saya
ingin menulis yang panjang memuat beberapa paragraf. Tapi sepertinya kepala dan
hidung saya sedang tidak bersahabat. Tidak apalah saya menuliskan beberapa
paragraf saja. Mungkin dengan menulis kepala saya bisa diajak kompromi untuk
bisa tegak sebentar.
***
I Like Monday, tapi
terkadang ada yang mengatakan i hate Monday...
Entahlah,
setiap orang memaknai hari senin dengan caranya masing-masing. Seperti senin kemarin
di sekolah kami, tidak seperti biasanya. Hari senin yang selalu diawali dengan
upacara bendera, kemarin diawali dengan
apel pagi saja. Apel pagi diisi dengan pemberian informasi, bahwa hari ini ada
kegiatan pelipatan surat suara yang diselenggarakan oleh KPU kota.
***
Pukul
setengah delapan pagi beberapa personil gagah beratribut polisi bersiap
mengamankan sekolah kami. Surat suara dikirim menggunakan armada pick up. Kurang
lebih sebanyak lima kali pick up tersebut membawa berdus-dus surat suara siap
lipat. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh salah satu personil polisi,
setiap dus berisi tujuh puluh lima lembar suara.
Hingga
pagi tadi, tepatnya Selasa 11 Maret 2014 kegiatan pelipatan kertas suara masih
berlangsung. Guru-guru “terpana” (hiks!! L),
karena sebenarnya sudah siap untuk mengajar ternyata anak-anak masih sibuk
dengan kertas beraneka gambar cakep dengan senyum menawan. Mulai dari yang
memakai baju warna merah, biru, hijau hingga batik beraneka motif.
Anak-anak
di setiap kelas melipat surat suara yang sudah disediakan oleh para petugas
dari KPU. Petugas KPU tersebut hilir mudik membawakan surat surat suara yang
belum dilipat ke dalam kelas, kemudian anak-anak melipatnya. Menurut informasi
dari salah satu petugas dari KPU jumlah surat suara yang dilipat sebanyak 380.000
lembar. Sedangkan siswa yang berada di sekolah kemarin dan hari ini kurang
lebih 900 orang. Jadi jika dibagi rata maka setiap anak akan mendapatkan 422
lembar surat suara. Bagi siswa yang melipat surat suara tersebut diberikan
imbalan seratus rupiah per lembarnya. Pekerjaan itu dilakukan oleh mereka
selama dua hari mulai dari jam delapan pagi hingga pukul dua belas siang (4
jam).
Anak-anak
mungkin senang karena pulang lebih awal yaitu pukul 12 siang. Dalam waktu dua
hari juga tidak berkutat dengan buku. Mereka enjoy dengan lipatan-lipatan bak bermain
origami seperti saat mereka TK dulu, sambil bercerita ngalor ngidul, dapat uang
100/lembar lagi. Dan yang lebih senang lagi adalah KPU karena PR mereka untuk
melipat surat suara sudah terselesaikan dalam waktu dua hari. Sehingga dapat
didistribusikan tepat pada waktunya, nanti pada saat pemilu berlangsung.
Perjuangan anak-anak dalam melipat suara mudah-mudahan menjadi cerminan bagi para caleg. Mereka bisa menjadi legislator nantinyapun atas kerjasama dari banyak pihak termasuk para siswa sekolah. Berharap, ketika mereka menjadi yang terpilih mereka dapat memegang amanah itu dengan baik. Benar-benar mengabdi untuk masyarakat dan memajukan bangsa terutama generasi muda generasi penerus bangsa yang akan memimpin negara ini di masa yang akan datang.
Tidar
sejuk, 11 Maret 2014_22.00
Umi
Azzurasantika
Sabtu, 08 Maret 2014
Wahai Perempuan
memanglah orang mengatakan
hari ini hari perempuan
di mana-mana terpasang slogan
entah paham atau sekedar seru-seruan
ahhh...
tulang rusuk saja telah patah
entahlah mungkin telah lelah
dibaliknya, hati tersakiti parah
terganti kini jadi tulang punggung
dalam belenggu tercenung
tetap tak ingin terkungkung
hasrat berlomba berlari menggunung
namun..
bukan perempuan jika hanya tertegun
biar koyak sekalipun
tetap saja semangat hidup itu terbangun
lemah lembut itu selalu ada
seulas senyum tak pernah lepas darinya
tetes keringat pun tak terkucur percuma
karena ada buah hati selalu meminta manja
Tuhan...
Engkau pasti berkenan
memberikan belai kasih sayang dan ampunan
untuk jiwa dalam kearifan
***
Hari Perempuan Internasional, 8 Maret 2014, 22.39
Umi Azzurasantika
Langganan:
Postingan (Atom)
Obrolan Anak 'Dewasa'
https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...
-
Namanya juga mak-mak, yang diceritakan ya anaknya. Celotehnya, ngambegnya, juga manjanya. Seperti sore ini. Waktu jemput sekolah, saya ...
-
Perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir sepanjang pengamatan saya teknologi inform...
-
Antologi Di Antara Perempuan adalah antologi saya yang kedua setelah “Puisi Penyair LimaKota” . Dalam antologi ini kurang lebih lim...




