Saya
ingin menulis yang panjang memuat beberapa paragraf. Tapi sepertinya kepala dan
hidung saya sedang tidak bersahabat. Tidak apalah saya menuliskan beberapa
paragraf saja. Mungkin dengan menulis kepala saya bisa diajak kompromi untuk
bisa tegak sebentar.
***
I Like Monday, tapi
terkadang ada yang mengatakan i hate Monday...
Entahlah,
setiap orang memaknai hari senin dengan caranya masing-masing. Seperti senin kemarin
di sekolah kami, tidak seperti biasanya. Hari senin yang selalu diawali dengan
upacara bendera, kemarin diawali dengan
apel pagi saja. Apel pagi diisi dengan pemberian informasi, bahwa hari ini ada
kegiatan pelipatan surat suara yang diselenggarakan oleh KPU kota.
***
Pukul
setengah delapan pagi beberapa personil gagah beratribut polisi bersiap
mengamankan sekolah kami. Surat suara dikirim menggunakan armada pick up. Kurang
lebih sebanyak lima kali pick up tersebut membawa berdus-dus surat suara siap
lipat. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh salah satu personil polisi,
setiap dus berisi tujuh puluh lima lembar suara.
Hingga
pagi tadi, tepatnya Selasa 11 Maret 2014 kegiatan pelipatan kertas suara masih
berlangsung. Guru-guru “terpana” (hiks!! L),
karena sebenarnya sudah siap untuk mengajar ternyata anak-anak masih sibuk
dengan kertas beraneka gambar cakep dengan senyum menawan. Mulai dari yang
memakai baju warna merah, biru, hijau hingga batik beraneka motif.
Anak-anak
di setiap kelas melipat surat suara yang sudah disediakan oleh para petugas
dari KPU. Petugas KPU tersebut hilir mudik membawakan surat surat suara yang
belum dilipat ke dalam kelas, kemudian anak-anak melipatnya. Menurut informasi
dari salah satu petugas dari KPU jumlah surat suara yang dilipat sebanyak 380.000
lembar. Sedangkan siswa yang berada di sekolah kemarin dan hari ini kurang
lebih 900 orang. Jadi jika dibagi rata maka setiap anak akan mendapatkan 422
lembar surat suara. Bagi siswa yang melipat surat suara tersebut diberikan
imbalan seratus rupiah per lembarnya. Pekerjaan itu dilakukan oleh mereka
selama dua hari mulai dari jam delapan pagi hingga pukul dua belas siang (4
jam).
Anak-anak
mungkin senang karena pulang lebih awal yaitu pukul 12 siang. Dalam waktu dua
hari juga tidak berkutat dengan buku. Mereka enjoy dengan lipatan-lipatan bak bermain
origami seperti saat mereka TK dulu, sambil bercerita ngalor ngidul, dapat uang
100/lembar lagi. Dan yang lebih senang lagi adalah KPU karena PR mereka untuk
melipat surat suara sudah terselesaikan dalam waktu dua hari. Sehingga dapat
didistribusikan tepat pada waktunya, nanti pada saat pemilu berlangsung.
Perjuangan anak-anak dalam melipat suara mudah-mudahan menjadi cerminan bagi para caleg. Mereka bisa menjadi legislator nantinyapun atas kerjasama dari banyak pihak termasuk para siswa sekolah. Berharap, ketika mereka menjadi yang terpilih mereka dapat memegang amanah itu dengan baik. Benar-benar mengabdi untuk masyarakat dan memajukan bangsa terutama generasi muda generasi penerus bangsa yang akan memimpin negara ini di masa yang akan datang.
Tidar
sejuk, 11 Maret 2014_22.00
Umi
Azzurasantika


Tidak ada komentar:
Posting Komentar