Selasa, 11 Maret 2014

Rp 100/lembar Surat Suara




Saya ingin menulis yang panjang memuat beberapa paragraf. Tapi sepertinya kepala dan hidung saya sedang tidak bersahabat. Tidak apalah saya menuliskan beberapa paragraf saja. Mungkin dengan menulis kepala saya bisa diajak kompromi untuk bisa tegak sebentar.
***
I Like Monday, tapi terkadang ada yang mengatakan i hate Monday...
Entahlah, setiap orang memaknai hari senin dengan caranya masing-masing. Seperti senin kemarin di sekolah kami, tidak seperti biasanya. Hari senin yang selalu diawali dengan upacara bendera,  kemarin diawali dengan apel pagi saja. Apel pagi diisi dengan pemberian informasi, bahwa hari ini ada kegiatan pelipatan surat suara yang diselenggarakan oleh KPU kota.
***
Pukul setengah delapan pagi beberapa personil gagah beratribut polisi bersiap mengamankan sekolah kami. Surat suara dikirim menggunakan armada pick up. Kurang lebih sebanyak lima kali pick up tersebut membawa berdus-dus surat suara siap lipat. Berdasarkan informasi yang diberikan oleh salah satu personil polisi, setiap dus berisi tujuh puluh lima lembar suara.
Hingga pagi tadi, tepatnya Selasa 11 Maret 2014 kegiatan pelipatan kertas suara masih berlangsung. Guru-guru “terpana” (hiks!! L), karena sebenarnya sudah siap untuk mengajar ternyata anak-anak masih sibuk dengan kertas beraneka gambar cakep dengan senyum menawan. Mulai dari yang memakai baju warna merah, biru, hijau hingga batik beraneka motif.
Anak-anak di setiap kelas melipat surat suara yang sudah disediakan oleh para petugas dari KPU. Petugas KPU tersebut hilir mudik membawakan surat surat suara yang belum dilipat ke dalam kelas, kemudian anak-anak melipatnya. Menurut informasi dari salah satu petugas dari KPU jumlah surat suara yang dilipat sebanyak 380.000 lembar. Sedangkan siswa yang berada di sekolah kemarin dan hari ini kurang lebih 900 orang. Jadi jika dibagi rata maka setiap anak akan mendapatkan 422 lembar surat suara. Bagi siswa yang melipat surat suara tersebut diberikan imbalan seratus rupiah per lembarnya. Pekerjaan itu dilakukan oleh mereka selama dua hari mulai dari jam delapan pagi hingga pukul dua belas siang (4 jam).
Anak-anak mungkin senang karena pulang lebih awal yaitu pukul 12 siang. Dalam waktu dua hari juga tidak berkutat dengan buku. Mereka enjoy dengan lipatan-lipatan bak bermain origami seperti saat mereka TK dulu, sambil bercerita ngalor ngidul, dapat uang 100/lembar lagi. Dan yang lebih senang lagi adalah KPU karena PR mereka untuk melipat surat suara sudah terselesaikan dalam waktu dua hari. Sehingga dapat didistribusikan tepat pada waktunya, nanti pada saat pemilu berlangsung.

Perjuangan anak-anak dalam melipat suara mudah-mudahan menjadi cerminan bagi para caleg. Mereka bisa menjadi legislator nantinyapun atas kerjasama dari banyak pihak termasuk para siswa sekolah. Berharap, ketika mereka menjadi yang terpilih mereka dapat memegang amanah itu dengan baik. Benar-benar mengabdi untuk masyarakat dan memajukan bangsa terutama generasi muda generasi penerus bangsa yang akan memimpin negara ini di masa yang akan datang.

Tidar sejuk, 11 Maret 2014_22.00
Umi Azzurasantika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...