Sebuah
renungan guru belum tersertifikasi
Pemberitaan
di media tentang seorang pengabdi pendidikan Bu Een sungguh sangat menyentuh
dunia pendidikan. Baik bagi pendidik maupun para murid.
Meskipun
dengan keterbatasan, tetap mengabdikan dirinya dalam pendidikan dengan
memberikan les tambahan di rumah setelah para murid-murid pulang dari sekolah.
Tanpa
bayaran beliau mendidik. dengan penuh keikhlasan. dilakukan selama 30 tahun
tanpa mengenal bosan dan lelah.
Berbekal
keikhlasan itulah rejeki Allah pasti datang. Hal itu terbukti. Dengan adanya
penghargaan dari SCTV bisa mengangkat kehidupan Bu Een. Allah mengangkat
derajatnya, dari arah yang tidak terduga. Harapan beliau satu persatu mulai
terwujud. Ingin naik haji, bertemu dengan BIMBO, Ebiet G Ade, ke Istana
Presiden bertemu dengan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudoyono bersama ibu.
Terakhir bertemu dengan Ust. Yusuf Mansyur. Selain itu rumah kecilnya sekarang
dibongkar di renovasi untuk tempat belajar para murid-muridnya.
Pendidik
sejati... mungkin itulah kata yang tepat untuk disampaikan kepada beliau.
bagaimana
dengan kita sebagai salah satu pendidik di negeri ini. apakah sudah memiliki
keikhlasan dalam mendidik para murid kita. Kadang-kadang kita kurang sabar
dalam mendidik mereka. Kadang-kadang kita sering menuntut dengan hal-hal yang
seharusnya menjadi hak kita. Kadang-kadang ada yang sampai demo menuntut hak yang
seharusnya dimiliki. Dimana rasa keikhlasan kita.
Seandainya
semua yang kita lakukan termakna sebuah keikhlasan, rejeki Allah pasti akan
mengikuti kita dimanapun kita berada, kapanpun waktu kita bernafas dan
menjejakkan kaki. Seperti yang dialami Bu Een, dan mungkin masih banyak lagi
para pendidik-pendidik lain yang begitu ikhlas mengabdikan dirinya dalam
pendidikan.
Misalpun
keikhlasan itu tidak dibayar di dunia ini, janji Allah itu pasti nyata. Bahwa
kita sebagai seorang penyampai ilmu yang bermanfaat, akan diberikan pahala yang
tiada putusnya, meskipun kita sudah tidak ada di dunia ini lagi.
Pernah
ada suatu kisah bahwa pada di hari penentuan ada dokter dan guru yang mau masuk
syurga . Bahwa dokterlah yang harusnya pertama kali masuk syurga, karena telah
banyak ribuan nyawa tertolong oleh karena ilmu kedokteran yang dimilikinya.
Tapi dengan kerendahan hatinya dia mempersilahkan guru untuk masuk syurga lebih
dahulu. Berkat ilmu yang disampaikan gurulah dia bisa menjadi dokter, bisa
menolong ribuan nyawa.
Ya
Allah jadikan kami para pendidik yang ikhlas dalam menyampaikan ilmu kami, yang
insyaAllah bermanfaat. dan semoga pahala tidak ada putus-putusnya hingga di
hari akhir nanti, untuk bekal kami di syurgaMu nanti.
Amiin.