KAOS KAKIKU DIMANA BU?
“Kaos kakiku dimana,
Bu?”
“Ikat pinggang adik
kok belum disiapkan sih bu?”
“Iya dik,
sebentar...”
“Tadi malam
harusnya adik itu menyiapkan sendiri, tidak pagi-pagi baru ribut mencari!”
Percakapan
yang biasanya selalu terjadi disetiap pagi. Disebuah rumah yang memiliki anak
usia sekolah dengan ibu yang mungkin
bekerja di luar rumah maupun ibu rumah tangga. Seorang anak sekolah yang setiap pagi minta
disiapkan semua keperluan sekolahnya oleh ibu. Ibu juga sibuk menyiapkan ini
itu untuk keperluan anaknya berangkat sekolah. Apalagi anak sekolah yang berstatus
murid baru. Seorang anak dengan pertanyaan samanya dan ibu dengan jawabanya yang itu-itu juga.
Yang
menjadi pertanyaan, kenapa selalu seperti itu?
Kenapa
anak selalu minta disiapkan?
Kenapa
anak tidak menyiapkan sendiri?
Kenapa
ibu selalu memenuhi permintaan anak?
Cerita
ilustrasi di atas mengingatkan saya pada status Facebook teman-teman saya. “mulai
sibuk menyampuli buku adik”, “siap-siap menyiapkan buku, pensil, dosgrip, tas, sepatu
dan kaos kaki adik”,”anak-anak sekarang maunya terima beres ya”, kata mereka.
Sebenarnya
anak-anak yang tidak mau menyiapkan sendiri atau ibu yang tidak mau melibatkan
anak untuk menyiapkan keperluan mereka sendiri ?
Orang
tua jaman sekarang yang sebenarnya ketakutan dengan ketidakmampuan anak. Kurang
mempercayai kemampuan anak, sehingga semua disiapkan dan dipenuhi oleh orang
tua terutama ibu. Contohnya saja, “sudah dik, ibu saja adik belum bisa”, “sudah
sana adik belajar saja, biar ibu yang menyiapkan” atau “aduuh... kenapa adik
ikut-ikutan di dapur ikut ibu memasak, mengganggu saja..”
Bisa
dikatakan ini adalah kasih sayang orang tua yang berlebihan sehingga akan
berakibat:
1.
Secara tidak sadar orang tua
mengesampingkan anak, orangtua
tidak percaya kepada anaknya karena dia selalu beranggapan bahwa anaknya masih
kecil.
2.
Membuat anak tidak percaya diri, karena
tidak diberikan kepercayaan penuh. Jadi tidak salah jika setiap pagi anak
selalu minta disiapkan keperluan oleh ibu ketika berangkat sekolah. Anak tidak
berani tampil di depan kelas karena kurang percaya diri, takut, karena di rumah
tidak pernah dipercaya untuk menyelesaikan pekerjaan sekecil apapun, bila
mendapatkan kesulitan tidak mampu menyelesaikan sendiri.
3.
Membunuh daya
kreatifitas dan memupus kemampuan untuk mengadakan pembaharuan. Anak-anak tidak
mau lagi mengembangkan diri karena merasa cukup dengan apa yang diterimanya. Contohnya,
setiap pagi anak-anak belum bisa menyiapkan keperluannya sendiri.
4.
Anak-anak yang
selalu dimanjakan dengan segala kesenangan dan segala keinginannya selalu
dipenuhi oleh orangtua mereka, kelak kalau sudah besar akan tumbuh menjadi
manusia yang sombong, suka memaksakan kehendak. Ia tidak akan pernah membuat
ayah-ibunya tenang. Selalu merengek-rengek agar mereka memenuhi segala
keinginannya.
Kita
sebagai orang tua lebih baik instrospeksi diri. Kenapa anak saya tidak mandiri,
kurang percaya diri, dsb. Kemungkinan penyebab dari semua itu adalah dari kita
orang tua yang terlalu memanjakan atau ketakutan akan ketidak mampuan anak
sehingga semua diselesaikan oleh orang tua tanpa melibatkan anak.
Anak
terlahir membawa kemampuan dan talenta masing-masing, jangan biarkan
kreativitas mereka tidak berkembang dan masa depan mereka suram dengan perilaku
kita, orang tua yang selalu memanjakan mereka saat ini.
#Secuil pemikiran yang muncul di pagi
hari sebelum berangkat sekolah*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar