Rabu, 17 Juli 2013

KAOS KAKIKU DIMANA BU?



KAOS KAKIKU DIMANA BU?

“Kaos kakiku dimana, Bu?”
“Ikat pinggang adik kok belum disiapkan sih bu?”
“Iya dik, sebentar...”
“Tadi malam harusnya adik itu menyiapkan sendiri, tidak pagi-pagi baru ribut mencari!”

Percakapan yang biasanya selalu terjadi disetiap pagi. Disebuah rumah yang memiliki anak usia sekolah dengan ibu yang  mungkin bekerja di luar rumah maupun ibu rumah tangga.  Seorang anak sekolah yang setiap pagi minta disiapkan semua keperluan sekolahnya oleh ibu. Ibu juga sibuk menyiapkan ini itu untuk keperluan anaknya berangkat sekolah. Apalagi anak sekolah yang berstatus murid baru. Seorang anak dengan pertanyaan samanya dan  ibu dengan jawabanya yang itu-itu juga.

Yang menjadi pertanyaan, kenapa selalu seperti itu?
Kenapa anak selalu minta disiapkan?
Kenapa anak tidak menyiapkan sendiri?
Kenapa ibu selalu memenuhi permintaan anak?

Cerita ilustrasi di atas mengingatkan saya pada status Facebook teman-teman saya. “mulai sibuk menyampuli buku adik”, “siap-siap menyiapkan buku, pensil, dosgrip, tas, sepatu dan kaos kaki adik”,”anak-anak sekarang maunya terima beres ya”, kata mereka.
Sebenarnya anak-anak yang tidak mau menyiapkan sendiri atau ibu yang tidak mau melibatkan anak untuk menyiapkan keperluan mereka sendiri ?
Orang tua jaman sekarang yang sebenarnya ketakutan dengan ketidakmampuan anak. Kurang mempercayai kemampuan anak, sehingga semua disiapkan dan dipenuhi oleh orang tua terutama ibu. Contohnya saja, “sudah dik, ibu saja adik belum bisa”, “sudah sana adik belajar saja, biar ibu yang menyiapkan” atau “aduuh... kenapa adik ikut-ikutan di dapur ikut ibu memasak, mengganggu saja..”
Bisa dikatakan ini adalah kasih sayang orang tua yang berlebihan sehingga akan berakibat:
1.      Secara tidak sadar orang tua mengesampingkan anak, orangtua tidak percaya kepada anaknya karena dia selalu beranggapan bahwa anaknya masih kecil.
2.      Membuat anak tidak percaya diri, karena tidak diberikan kepercayaan penuh. Jadi tidak salah jika setiap pagi anak selalu minta disiapkan keperluan oleh ibu ketika berangkat sekolah. Anak tidak berani tampil di depan kelas karena kurang percaya diri, takut, karena di rumah tidak pernah dipercaya untuk menyelesaikan pekerjaan sekecil apapun, bila mendapatkan kesulitan tidak mampu menyelesaikan sendiri.
3.      Membunuh daya kreatifitas dan memupus kemampuan untuk mengadakan pembaharuan. Anak-anak tidak mau lagi mengembangkan diri karena merasa cukup dengan apa yang diterimanya. Contohnya, setiap pagi anak-anak belum bisa menyiapkan keperluannya sendiri.
4.      Anak-anak yang selalu dimanjakan dengan segala kesenangan dan segala keinginannya selalu dipenuhi oleh orangtua mereka, kelak kalau sudah besar akan tumbuh menjadi manusia yang sombong, suka memaksakan kehendak. Ia tidak akan pernah membuat ayah-ibunya tenang. Selalu merengek-rengek agar mereka memenuhi segala keinginannya.
Kita sebagai orang tua lebih baik instrospeksi diri. Kenapa anak saya tidak mandiri, kurang percaya diri, dsb. Kemungkinan penyebab dari semua itu adalah dari kita orang tua yang terlalu memanjakan atau ketakutan akan ketidak mampuan anak sehingga semua diselesaikan oleh orang tua tanpa melibatkan anak.
Anak terlahir membawa kemampuan dan talenta masing-masing, jangan biarkan kreativitas mereka tidak berkembang dan masa depan mereka suram dengan perilaku kita, orang tua yang selalu memanjakan mereka saat ini.
#Secuil pemikiran yang muncul di pagi hari sebelum berangkat sekolah*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...