Selasa, 17 Januari 2017

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id
Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. Kami mendengarkan dengan khidmad. Sudah menjadi kebiasaan kami, setiap ada kesempatan, kami selalu bercerita alakadarnya kepada anak kami.
Baik itu tentang sekolahnya, lesnya, teman-temannya, pengalamannya selama sehari di luar rumah. Tak pelak curhat tentang perasaannya akan muncul.
Bagi kami, hal ini sangat bermanfaat. Dengan begitu kami tidak perlu bersusah payah untuk meminta anak untuk bercerita. Dengan senang hati tanpa paksaan mereka akan bercerita. Hal ini akan memudahkan orang tua untuk mengetahui perkembangan anak, baik secara fisik maupun secara psikis.
Banyak orang tua yang sangat susah mengajak bicara anak, hingga anak menjadi introvert. Anak memendam apa yang ia rasakan. Tidak bisa bicara dengan orang lain. Akibatnya macam-macam. Anak bisa jadi tertutup. Stress memendam masalahnya sendiri. Melakukan hal-hal yang tak seharusnya dilakukan. Kurang kontrol logika. Bisa jadi hal ini disebabkan karena anak kurang bisa mengungkapkan perasaannya. Baik melalui gambar, tulisan, maupun lisan sekalipun.
Suatu hari saya ngobrol dengan anak saya. Seperti halnya setiap hari yang kami lakukan. Namun dalam pembicaraan kami ada koridor atau bisa disebut 'kode etik' yang tidak boleh dilanggar. Sebagai contoh, ketika anak saya bercerita dia akan memberikan warning kepada saya 'Saya mau cerita, tapi Ibu dengarkan saja, tak boleh berkomentar'. Atau suatu saat dia akan bercerita dan bilang 'Habis saya cerita, Ibu nanti beri komentar ya'. Nah, seperti itu.
'Aturan' semacam ini saya turuti. Kenapa? Karena hal ini penting. Sebagai anak dia ingin cerita, di lain sisi dia tidak mau terganggu privasinya. Mungkin dia malu bercerita, tapi dia harus mengungkapkan. Hal ini saya iyakan saja. Di sini ada keuntungan, bahwa orang tua menghargai setiap apa yang diungkapkan anak. Apa yang menjadi hak bicara anak. Terpenting saya menerapkan demokrasi dalam diri anak namun anak tidak merasa bahwa itu adalah sebuah pembelajaran hidup.
Hingga pada  sore kemarin anak saya bercerita. Lalu saya komentar sedikit saja. Jawabnya begini: "Bukankah hanya kata-kata yang mengungkapkan isi hati."
Weit...
Saya hanya senyum.
Apa tadi? Saya memastikan. Dia jawab lagi.
"Takkan kuulang setiap kata yang telah selesai kuucap."
Saya semakin tergelak.
Diulang kan gapapa Kak.
"Hanya orang bijak yang bisa mendengarkan kata-kata satu kali saja."
Hahahaha...
Luar biasa. Terpingkal-pingkal Saya hampir tersedak.
Eh dia ngomong lagi.
"Hati-hati dengan tertawa karena di balik tawa ada tersimpan duka."
MasyaAllah...
Dari mana coba dia dapat kata-kata itu.
Sambil dia cerita, saya catat dalam note HP. Dia nggak mau kalau ditulis semua omongannya.
Jangan dicatat, to, Buk.
"Apakah ibu tak tau, bahwa semua kata-kata tak harus ditulis. Karena semua adalah kenangan indah yang tak terlupa."
Wakakakakaka...
Anak siapa ini. Heran sendiri, Saya.
Masih sambil cerita.
"Aku tau sekarang. Bahwa semua perbuatan itu ada akibatnya.
Jangan pernah sesali setiap perbuatan, karena semua kita yang lakukan sendiri
Makanya harus hati-hati dalam berbuat dan apapun yg kita lakukan biar tak menyesal kemudian."
Sembari membereskan piringnya dia pergi.
***

Sedewasa inikah anakku?

Setelah saya telusur. Satu-satu saya perhatikan. Sepertinya ini pengaruh bacaannya. Hampir setiap hari dia baca satu buku di perpus sambil menunggu dijemput.
Kadang saya harus sabar menunggu di depan perpustakaan. Menunggu dia menyelesaikan bacaannya.
Harapannya semoga bermanfaat baginya kelak. Jadi pembaca yang baik dan penulis hebat. Mampu menjadi pendengar yang baik juga mampu becerita dengan baik. Tidak menyinggung perasaan orang lain dan mampu menyampaikan perasaannya dengan sebaik-baiknya.

Tidar, 16012017

Jumat, 06 Januari 2017

Alergi Dingin

https://hellosehat.com
Alergi memang tidak ada obatnya hanya bisa dicegah. Dicegah dengan apa? Menghindari hal-hal yang menyebabkan alergi, kata teman saya yang perawat.
Baiklah, mungkin benar adanya. Saya salah satu penderita alergi. Sangat mudah mengalami. Ketika udara sangat dingin atau minum air dingin. Berlama-lama di ruang berAC juga. Saya akan batuk-batuk tidak berhenti.
Kadang-kadang bersin-bersin dalam jangka waktu tertentu. Bisa semalaman. Bisa pagi hingga siang. Hal ini juga terjadi pada anak laki-laki saya. Pernah ke Prof kedokteran anak, bahwa memang alergi itu akhirnya menurun.
Seperti yang terjadi akhir-akhir ini. Cuaca yang sangat dingin menyebabkan saya mengalami batuk dan bersin-bersin. Apalagi jika malam keluar rumah tanpa jaket tebal.
Jadilah saya satpam rumah sepanjang malam. Terjaga karena batuk dan bersin. Akan berhenti dengan sendirinya ketika badan sudah keluar keringat dingin.
Alhamdulillah menjalani hal semacam ini. Saya yakin masih banyak sahabat lain yang mengalami alergi lebih parah dari saya.
Semoga sehat selalu.
Sehat itu mahal.

Enak karena Dibumbui

https://cookpad.com
Saat seseorang menikmati makanan, ada yang dilupakan. Yang dilupa itu justru rasa asli makanan itu sendiri.
Banyak yang mengatakan, makanan ini enak karena bumbu rempahnya lengkap. Ada yang sesuai selera, misal asin atau manis. Sedikit orang yang akan mengatakan kalau makanan itu enak tanpa bumbu. Enak dari aslinya.
Nah, kembali pada rasa makanan yang terlupa. Hanya orang-orang yang tau kesehatan yang akan makan makanan tanpa bumbu berlebihan. Sekadar garam, lada, atau minyak zaitun saja. Selain rasanya enak, rasa asli makanan masih terasa. Tapi bagi yang sudah terbiasa dengan bumbu, pasti merasa tidak enak, tidak sedap, dan lain sebagainya.
Sebenarnya orang mau makan bumbu atau asli dari makanan itu? Pada akhirnya dikembalikan pada selera lidah masing-masing.
Contohnya, dulu saya 'penekan' ambil jambu biji langsung dimakan. Nyatanya manis,enak, dan tanpa efek samping. Sekarang harus dijus, tambahi gula, tambahi susu. Efek sampingnya? Kenyanglah pasti. Tapi ada buntutnya tuh di belakang. Kebanyakan gula bisa diabet, obeisitas. Nah tuh...
Jika dianalogikan dengan keseharian kita begini:
Informasi akan lebih heboh jadi cerita saat dibumbui. Lebih lengkap dan banyak bumbu semakin enak dan sip untuk diperbincangkan. Jadilah informasi itu jadi gosip, atau berita tidak benar.
Orang lupa apa sebenarnya substansi dari apa yang dibicarakan. Kadang-kadang lebih luas bumbunya ketimbang aslinya. Akhirnya gagal fokus jadinya. Bisa jadi merugikan bagi mereka yang dibicarakan. Bisa juga menyebabkan permusuhan.
Seperti makanan tadi, hanya orang sehatlah yang akan merasakan enaknya yang asli.
Pilih mana? Enak asli atau yang ditambah bumbu-bumbu racikan yang meracuni pikiran.
Hal semacam ini seperti candu, lo.
Saat nggak ada yang dibumbui bisa jadi sakaw...
Percaya?
Jangan percaya sama saya, 'ndak musyrik.
Saya milih yang sehat bagas waras waelah.

Mencederai Hati

Menyimpulkan kondisi hidup seseorang berdasar asumsi orang lain itu tidak mudah. Tidak mudah pula membuat kesimpulan secara proporsional. Namun seringkali orang sangat mudah menghakimi, menilai, memvonis orang lain berdasar asumsi sendiri maupun orang lain. Begitu juga berkesimpulan atas diri sendiri. Tersebab itulah, banyak orang mengucilkan diri dari hiruk pikuk kehidupan, hanya karena asumsi.
Banyak orang merasa rendah diri dikarenakan asumsi pula.
Di sudut lain banyak orang bertepuk dada juga bertepuk tangan. Seolah menjadi pemenang ketika yang lain terhinakan. Atas asumsi yang berhasil ia bangun. Pada prinsipnya, hidup adalah kolaborasi. Engkau dan aku tiada beda. Merasakan saat jadi engkau, rasakanlah saat menjadi diriku. Berpikir logis dan proporsional. Itu lebih baik. Jika tidak proporsional bisa jadi akan mencederai hati. Baik diri sendiri maupun orang lain.

Gunungkidul-Yogyakarta-Magelang
19102016

Perempuan Rentan Terkena Migrain

Sakit kepala sebelah yang biasa disebut migrain seringnya dialami perempuan. Meskipun bisa menyerang anak dan remaja namun sering dialami perempuan dewasa umur 35-45.
Penyebabnya sebenarnya karena pola hidup yang tidak sehat. Kurang minum sehingga menyebabkan dehidrasi. Hal inilah penyebab utamanya.
Sebab lain karena menurunnya hormon. Terjadi pada perempuan menstruasi atau sedang hamil. Hal lain, yaitu dipicu oleh stress, depresi, dan beban otak yang berat karena beban pikiran dan hidup.
Wajar saja jika perempuan sering mengalami hal ini. Karena perempuan sering mengerjakan beberapa pekerjaan dalam sekali waktu. Sehingga beban lebih menumpuk. Tenaga dan pikiran lebih banyak dibutuhkan.
Selain itu, perempuan lebih mengedepankan rasa daripada logika. Sehingga beban otak lebih berat. Pembuluh darah di otak jadi membesar. Akhirnya terjadilah migrain.
Jika anda mengalami hal ini, minum air putih yang banyak adalah solusi terbaik. Agar pasokan oksigen ke otak terpenuhi. Lalu, makan, dan tidur. Migrain akan bisa teratasi. Jika masih sakit, baru minum obat pereda nyeri sebagai solusi atau pilihan terakhir.
Bagaiman dengan Anda?
Semoga pengalaman ini bermanfaat.
 
Pojok kamar, 07112016
Umi Azzura

Rabu, 31 Agustus 2016

Entut

Bicara soal perentutan memang tiada habisnya. Bagaimana tidak, setiap dia mengitari orang-orang yang sedang serius bekerja sambil berpikir, dia menjadikan orang panik luar biasa. Mencipta suudzon saling tuduh dan saling curiga. Itu kalau hanya baunya saja yang tercium. Tapi ketika suaranyapun terdengar mengakibatkan percekcokkan di antara orang-orang itu. Bisa jadi menjadi sebuah permusuhan karena saling tuduh dan saling ejek. Malah kadang-kadang terjadi pembohongan publik.
"Aku ora looo...." Sambil mesam-mesem.
Dan sebagainya, dan sebagainya.
Kenapa sih hal seperti ini saja dibicarakan.
Lo lo.. tunggu dulu. Ada banyak hal yang bisa kita tadaburi lo dari si ENTUT ini. Nggak percaya.
Dia keluar dari lubang yang tertutup. Jika tidak beruntung bisa membuat malu dan menebar aroma khas yang membuat orang bisa pingsan seketika. Tapi coba kita lihat dari segi toharoh. Dia keluar dari dubur, tapi cara membersihkannya bukan duburnya yang dibersihkan, bukan.
Seluruh anggota wudhu yang perlu dibasuh, bagi yang muslim. bagi yang non muslimpun tentu tak akan buru-buru ke kamar mandi untuk membersihkan duburnya gara-gara kentut. Kok bisa coba. Bisa lah.
Analoginya. Bahwa ada saja yang bisa keluar dari tubuh kita ini tidak dalam keadaan baik. Tidak baik dalam konteks sosial jika terjadi bukan pada tempatnya. Namun menguntungkan jika dilihat dari segi kesehatan. Namun harus empan papan.
Dalam diri ada hal buruk, bukan tempat keluarnya yang dilihat dan fokus untuk dibersihkan, tapi justru bagian lain yang perlu dibersihkan. Anggota wudhu lo, bukan main-main. Supaya kita terbebas dari hal yang membatalkan wudhu. Selain itu kita bisa melakukan hal-hal baik, baik ibadah maupun kegiatan lain, yang bisa dihitung nilai kebaikannya.
Seperti perilaku kita. Apa yang kita lakukan, baik dan buruk, itu tergantung kita sendiri yang melakukan. Mau menempatkan pada tempatnya atau tidak. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa setiap kita itu ada sisi negatif dan juga positifnya. tergantung kita bisa mengelola dengan baik atau tidak. Jika hal buruk bisa kita kelola dengan baik, artinya kita bisa mengendalilkan diri. Tentu tidak akan merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Berseberangan dengan hal itu, tentang hal baik atau positif yang ada pada diri kita. Ketika hal baik itu dikelola dengan benar akan muncul dan mencuat aura positif tersebut. InsyaAllah akan bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Tapi ketika tidak dikelola dengan baik. Hal-hal positif itu akan tenggelam, ditunggangi oleh pengaruh negatif atau pengaruh buruk dalam diri kita.
Hal ini tergantung pada diri masing-masing. Mau mengedapankan pengaruh positif atau negatif dalam diri masing-masing. Ibarat ENTUT, asal ditempat yang semestinya pasti akan menyehatkan dan tidak akan merugikan orang lain. Badan menjadi sehat dan bugar, Rona wajah berseri-seri karena tidak menahan malu karena tidak bisa mengelola dengan baik.
Pun demikian, mau menjadikan ENTUT yang baiK atau tidak itu terserah anda. Karena ini hanya ngaya wara saja. Yang sudah terlanjur mengeluarkan ENTUT bukan pada tempatnya dibersihkan sebagaimana mestinya. Supaya bernilai ibadah.

#sehatlahirbatin

Magelang, 30 Agustus 2016

Sesal

Sebelas bulan lalu kusiakan hari dan waktu. Jarang terpikir apa itu pahala juga dosa. Berbuat sesuka inginku.

Kini, keserakahan amuk jiwa. Sebulan waktu yang ada ingin kurengkuh sepenuhnya. Bulan penuh rahmat dan ampunan. Penuh pahala ingin kuraih sendirian. 

Berjibaku siang malam kulantunkan ayat-ayat cintaMu. Malam-malam sedikit mata ini terkatupkan. Menginginkan pahala yang Kau janjikan.

Subuh mengalun. Rapuh seketika, limbung badan tanpa daya. Betapa serakahnya aku. Betapa buruk tabiatku. Telah banyak nikmat yang diberikan. Tak menghitung waktu juga kesempatan.

Tapi aku hanya meminta dan selalu meminta, padaMu. Sebulan saja yang di sebut ramadhan. Ampunkan aku, atas ketidak syukuran dan keserakahan atas pahalaMu. Aku, butiran debu yang mudah terombang ambing angin kehidupanMu.

Pagi ini adalah kau
Munajat yang urung kulangitkan

Gunungkidul, 02072016
Umi Azzura

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...