![]() |
| https://cookpad.com |
Saat seseorang menikmati makanan, ada yang dilupakan. Yang dilupa itu justru rasa asli makanan itu sendiri.
Banyak yang mengatakan, makanan ini enak karena bumbu rempahnya
lengkap. Ada yang sesuai selera, misal asin atau manis. Sedikit orang
yang akan mengatakan kalau makanan itu enak tanpa bumbu. Enak dari
aslinya.
Nah, kembali pada rasa
makanan yang terlupa. Hanya orang-orang yang tau kesehatan yang akan
makan makanan tanpa bumbu berlebihan. Sekadar garam, lada, atau minyak
zaitun saja. Selain rasanya enak, rasa asli makanan masih terasa. Tapi
bagi yang sudah terbiasa dengan bumbu, pasti merasa tidak enak, tidak
sedap, dan lain sebagainya.
Sebenarnya orang mau makan bumbu atau asli dari makanan itu? Pada akhirnya dikembalikan pada selera lidah masing-masing.
Contohnya, dulu saya 'penekan' ambil jambu biji langsung dimakan.
Nyatanya manis,enak, dan tanpa efek samping. Sekarang harus dijus,
tambahi gula, tambahi susu. Efek sampingnya? Kenyanglah pasti. Tapi ada
buntutnya tuh di belakang. Kebanyakan gula bisa diabet, obeisitas. Nah
tuh...
Jika dianalogikan dengan keseharian kita begini:
Informasi akan lebih heboh jadi cerita saat dibumbui. Lebih lengkap dan
banyak bumbu semakin enak dan sip untuk diperbincangkan. Jadilah
informasi itu jadi gosip, atau berita tidak benar.
Orang lupa apa
sebenarnya substansi dari apa yang dibicarakan. Kadang-kadang lebih luas
bumbunya ketimbang aslinya. Akhirnya gagal fokus jadinya. Bisa jadi
merugikan bagi mereka yang dibicarakan. Bisa juga menyebabkan
permusuhan.
Seperti makanan tadi, hanya orang sehatlah yang akan merasakan enaknya yang asli.
Pilih mana? Enak asli atau yang ditambah bumbu-bumbu racikan yang meracuni pikiran.
Hal semacam ini seperti candu, lo.
Saat nggak ada yang dibumbui bisa jadi sakaw...
Percaya?
Jangan percaya sama saya, 'ndak musyrik.
Saya milih yang sehat bagas waras waelah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar