Sabtu, 13 September 2014

Bianglala Untuk Kalian

Kurang lebih dua minggu terakhir, waktu saya habis dengan rutinitas mengajar. Selain itu saya disibukkan dengan persiapan visitasi akreditasi dan persiapan pelaksanaan LKS SMK tingkat Propinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di eks karesidenan Kedu dan dipusatkan di Kota Magelang. Seminggu yang lalu visitasi akreditasi sudah selesai dilaksanakan. Kami tinggal menunggu hasilnya untuk beberapa waktu.
Minggu ini, kami disibukkan kembali dengan persiapan LKS, dilanjutkan dengan pelakasanaan LKS di sekolah kami dari hari Jumat-Minggu, 12-14 September 2014. Ada empat mata lomba yang pelaksanaannya di tempat kami. Mata lomba tersebut (1) cookery, (2) beauty therapy, (3)women & men hairdressing, (4) ladies dressmaking. Masih ada satu lagi mata lomba yang panitianya adalah sekolah kami tapi pelaksanaan di Grand Artos Aero Wisata. Mata lomba tersebut adalah Hotel Accomodation.
Seluruh warga sekolah ikut andil, sibuk mempersiapkannya. Tak ketinggalan dengan saya. Pada Prodi Kecantikan dengan dua mata lomba membuat kami para ibu-ibu guru cantik "cancut tali wondo" mempersiapkan dengan sebaik mungkin.
Hampir setiap hari kami pulang hingga petang. Pulang maghrib seperti sudah biasa menjadi rutinitas. Mungkin banyak cinta yang terlupakan. Mungkin banyak hati yang sedikit tersakiti. Yaitu mereka orang-orang tersayang dan tercinta di sekitar kami. Termasuk saya. Anak-anak di rumah mulai protes. Bahwa ibunya jadi ibu rumah tangga biasa saja agar ibu tidak capek. Bisa menunggui Kakak dan adik belajar dengan baik. Biar ibu tidak mudah sakit kepala dan sebagainya. Alhasil, merengek, manja, merajuk menjadi andalan mereka agar diperhatikan ibunya.
Seperti hari ini, Meskipun saya berangkat sekolah dari pagi sebelum jam tujuh. Pulang sekolah jam lima. Anak-anak langsung meminta saya mengantarkan mereka ke pasar malam kecil di tengah kompleks. Saya masih memakai seragam kerja (PD aja lagi... :) ). Mereka langsung memilih bianglala sebagai mainan yang ingin mereka naiki. Hampir setengah jam mereka menaikinya. Sampai mereka merasa sangat lama. Hanya setengah jam. Namun mereka merasa puas.
Harapan saya, dengan kesibukan yang luar biasa yang saya lakukan tidak merampas hak mereka untuk mendapat perhatian dan kasih sayang dari saya. Waktu setengah jam bisa menjadi waktu yang berkualitas untuk pertemuan kami dalam sehari untuk bermain-main bersama mereka. Meskipun malam hari masih saya sempatkan untuk menemani belajar dan sedikit bercerita mengantarkan tidur mereka.
Inilah ibu yang "hangabehi". Sebagai perempuan yang halus dan peka perasaaannya, Sebagai ibu rumah tangga yang harus bisa menyelesaikan pekerjaan rumah dengan baik, sebagai seorang pendidik yang harus bisa membimbing anak muridnya. Kesibukan saya ini saya banggakan. Karena dengan kesibukan ini saya bisa belajar menjadi seorang perempuan yang baik itu bagaimana sebenarnya. Karena bagi saya hidup adalah belajar.
Kakak Adik, maafkan ibu yang kurang bisa memperhatikan kalian. Semoga kalian memaafkan ibu yang waktunya begitu sibuk untuk dunia luar dan orang lain. Sedangkan kalian sebagai titipanNya untuk ibu yang seharusnya ibu jaga dengan baik malah kurang mendapat perhatian dan kasih sayang yang penuh.
Semoga saat ini, hari ini kalain bahagia. Semoga suatu saat kalian akan mengerti.

13 September 2014, 21.55

Minggu, 07 September 2014

Ice Breaking on Weekend



Hari Sabtu adalah hari terakhir pada setiap pekan. Di mana orang-orang yang bekerja pada isntansi atau kantor merupakan hari pendek. Terkadang ada juga yang sudah libur. Tinggal menikmati liburan akhir pekan. Memanfaatkan hari Sabtu dan Minggu untuk melepaskan kelelahan dan kejenuhan dalam menjalani rutinitas yang tentunya sangat padat pada hari-hari sebelumnya. Namun bagi sebagian guru yang mengajar enam hari dalam sepekan, tidak ada hari yang berbeda. Karena setiap hari adalah hari baru. Harus dengan semangat baru. Agar anak-anak belajar dengan semangat sepanjang hari. Hanya ada satu hari waktu istirahat, yaitu minggu. Hari yang mungkin tidak bisa dipakai istirahat, karena waktu itu adalah waktu yang bisa digunakan untuk keluarga dan bersosialisasi dengan masyarakat.
Hari sabtu hari ini. Saya tetap seperti biasanya, mengajar di kelas. Pagi hari, ketika saya menyiapkan diri untuk mengajar, seperti ada dopping tersendiri. Meskipun badan sedang mengalami gangguan (sakit) atau sedang banyak pekerjaan, tapi ketika masuk kelas, semangat itu benar-benar penuh. Semangat itu memenuhi hati saya sebagai seorang guru.
Hari sabtu kali ini pelajaran saya berlangsung selama sepuluh jam berturut-turut. Pembelajaran berupa pembelajaran teori. jika tidak disiasati dengan berbagai teknik, siswa pasti akan bosan. Pelajaran saya awali dengan pre test materi SPA. Setelah selesai berdoa dan apersepsi, anak-anak langsung diminta untuk menyiapkan selembar kertas dan alat tulis. Bermodal potongan kertas yang berisi soal pre test sebanyak enam soal dengan jawaban singkat, anak saya minta untuk mengerjakannya. Ketika mengerjakan pretest itu terlihat anak mana yang sudah menyiapkan materi sebelumnya maupun yang belum menyiapkan.  Dua puluh tujuh siswa, hanya empat orang saja yang sudah browsing sebelumnya, seperti yang saya minta pada hari sebelumnya. Sisanya mengandalkan ingatan dan pengetahuan umum yang mereka miliki. Rata-rata mereka mengatakan tidak bisa menjawab dengan alasan tidak tau istilahnya namun paham dengan jawaban yang seharusnya. Intinya tidak bisa menyampaikan lewat tulisan. Hal ini bisa terjadi karena semester sebelumnya mereka sudah melaksanakan Praktek Kerja Industri yang memiliki layanan SPA. Selain itu anak-anak pada akhir semester kemarin juga sudah melaksanakan kunjungan industri di SUSAN Resort & SPA di Bandungan Ambarawa. Sehingga pengetahuan yang mereka miliki sudah lumayan paham.

Pre test

Selesai melaksanakan pre test di kelas saya adakan game. Game ini berfungsi untuk membentuk kelompok. Kursi yang mereka gunakan dilipat dan mereka membentuk lingkaran. Game ini saya fungsikan untuk ICE BREAKING yang berfungsi untuk memecah kebekuan konsentrasi mereka. Diharapkan dengan game ICE BREAKING ini dapat meningkatkan konsentrasi dan menghilangkan ketegangan pada anak. Pada akhirnya harapan saya, anak-anak dapat mencapai hasil pengetahuan dan keterampilan pada kompetensi SPA. Ice Breaking juga pernah saya lakukan ketika saya menjadi MC dan saya tulis dengang judul Ice Breaking, go!.
Kegiatan game ini saya lakukan dengan membuat bola dari selembar kertas yang di dalamnya terdapat angka-angka sebagai pembentuk kelompok. Kelas akan dibagi dalam lima kelompok. Sehingga bola kertas tersebut diberi angka satu sampai lima pada masing-masing kertas. Setelah anak-anak membentuk lingkaran, pada hitungan ketiga anak-anak berebutan mengambil bola kertas, nomor yang sudah didapatkan disimpan terlebih dahulu tidak boleh dikatakan kepada teman-temannya. Pengambilan bola kertas dilakukan hingga enam kali. Pada putaran terakhir diminta untuk ke depan dan menjadi ketua kelompoknya. Ketika berebut mengambil kertas tersebut, anak-anak dapat tersenyum lepas. Ada kebahagiaan dalam hati saya, anak-anak tidak terbebani dengan pelajaran yang mereka laksanakan hari ini. Anak ada yang kaget karena anak tersebut menjadi ketua kelompok. Karena yang menjadi ketua kelompok bukan siswa-siswa yang pandai berbicara dan mengelola teman. Tapi di sinilah proses itu berjalan. Anak-anak yang tidak terbiasa mengelola kelompok akhirnya belajar untuk mengelola dan memimpin teman-temannya. Kemudian yang lain yang sudah memiliki angka mengikuti di belakang ketua kelompok untuk menjadi anggotanya. Ada beberapa komentar dari anak-anak. Ada yang mengatakan bahwa satu kelompok mereka ‘kenthir’ (gila-gilaan), ada yang mengatakan satu kelompok pendiam semua. Ada yang minta tukar guling dan ada pula yang minta tukar tambah. Itulah komentar mereka. Untuk mengajarkan mereka menerima yang sudah didapatkan dan tidak memilih-memilih teman serta tidak membuat gap diantara mereka, hasil pembentukan kelompok tetap seperti apa adanya. Mereka bisa menerima itu. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok. 

Bola Kertas

Diskusi kelompok ini saya berikan materi tentang SPA yang sudah di pre testkan sebelumnya. Mereka saya berikan kebebasan untuk mendiskusikan materi yang sudah mereka terima. Boleh mendiskusikan semua sub kompetensi yang ada pada materi atau satu sub kompetensi saja. Hal yang terpenting menjadi catatan mereka adalah ketika menyampaikan hasil diskusi nanti ada materi pokoknya. Karena setelah diskusi selesai setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas. Ketika diskusi itulah semua kelompok berpartisipasi menjadi penyampai materi, ada yang bertanya dan ada yang membantu menjawab jika pemateri kurang bisa menjelaskan jawaban dari pertanyaan yang diajukan.

Diskusi

Presentasi Kelompok

Setelah diskusi selesai, anak-anak saya minta untuk belajar sebentar. Mengulas kembali yang sudah didiskusikan tadi. Anak-anak mulai terbiasa untuk mengingat dan menghafal serta memahami materi melalui diskusi dengan teman maupun dengan belajar sendiri.
Jam berikutnya materi saya lanjutkan dengan memberikan ulasan atas materi dan hasil diskusi serta presentasi yang sudah dilakukan oleh siswa. Hal-hal yang kurang tepat dalam penyampaian, pengucapan dan dalam memberikan ulasan saya betulkan di sini. Siswa mulai aktif mengikuti ulasan-ulasan saya tanpa harus ditanya atau diminta untuk menjawab.
Tahap selanjutnya, pelajaran diakhiri dengan post test. Postest ini berfungsi untuk mengukur kemampuan siswa dalam menangkap pembelajaran selama pelajaran berlangsung. Hasil yang diperoleh dengan membandingkan nilai pre test dan pos test sangat memuaskan. Nilai pre test antara 1-6 pada pos test antara  7,5-100. Hanya 4 anak yang nilainya kurang dari 7. Hal ini menunjukkan bahwa siswa mampu belajar dengan baik dan memahami materi dengan baik pula.
Pembelajaran yang menyenangkan dan variatif saya rasa dapat merangsang minat belajar siswa lebih baik. Pikiran siswa tidak tertekan dan tidak terbebani dengan materi yang sangat banyak. Pencapaian target yang diinginkan bisa diperoleh sesuai dengan yang direncanakan. [Umi Azzurasantika]


Sabtu, 06 September 2014

Kamu


Inspirasi tentangmu itu tidak habis. Meskipun mata sudah tidak mampu lagi menatap. Meskipun badan sudah tidak kuat menyangga kepalaku lagi. Namun... Kata demi kata berserakan mengiringi jemariku untuk merangkai kalimat untukmu.
Menjelang kepergianmu.. airmatamu tak mampu kau tahan. Jatuh dari pelupuk mata sayumu. Lembut usapan tangannya tak mampu redakan tangismu. Justru bertambah deras menganak sungai di lengkung pipi rapuhmu. Hancur hatimu mungkin saat itu. Melepas genggaman tanganya yang sudah mulai goyah. Jemari yang mungkin tak kuat lagi untuk melambaikan tangan untukmu. Karena bentang jarak dan waktu akan memisahkan kalian untuk sementara waktu
Hari-hari berikutnya  hanya kau lewati bersamaku. Berganti-ganti juga posisiku tergantikan oleh mereka yang juga menyayangimu. Ocehanku. Kadang senyum yang mungkin kecut bagimu. Namun itu tanda sayangku untukmu. Kau harus percaya itu.
Aku sebenarnya iri dengan rasa rindumu yang kian menebal kau rasakan untuknya. Namun untuk apa. Iri itu justru malah membuatku semakin sayang padamu juga dia. Bukan sesuatu yang aneh. anggap saja seperti itu.
Selimut itu kau tutupkan ke wajah. Pertanda sakitmu kian parah. Sakit rindu padanya yang tiada tertahan lagi. Tak ada dokter yang akan mampu berikan resep untuk menyembuhkanmu. Kecuali untuk sakit fisikmu yang menggerogoti sebagain dari urat hidupmu.
Perlu kau tau. Diapun di sana menahan rindu sama sepertimu. Hingga UGD menjadi tambatan tubuh limbungnya. Tubuh penyimpan hati untukmu. Rindunya pasti sebesar rindumu pula. Semua isak kerinduan itu terdengar di telingaku setiap harinya.
Aku sedih... tapi aku bahagia. Campur aduk jadi satu. Hingga rambutku berguguran satu-satu karena memikirkan kalian. Mataku melihat kerinduan itu sepanjang hari yang kulewati bersamamu. Diantara desingan kata-kata parau campur air mata di telinga lewat dering handphoneku. Apakah kalian tau? aku lebih galau dari kalian.
Kapan pulang? suara di ujung telingaku....
Kapan kita pulang? pertanyaanmu setiap pagi setelah kau kerjapkan mata bersamaan dengan kicauan burung yang membangunkanmu. Pertanyaan yang mengiringi tilawah dan simpuhku disepertiga malam di sisi pembaringanmu.
Hari ini... ya hari ini...
Kalian dipertemukan dalam kerapuhan yang tak berkesudahan. Tubuh kalian menyatu diantara desingan isak bahagia. Diantara deraian air mata kami, aku dan mereka. Saksi, dimana cinta kalian bermuara di pembaringan reot kalian diujung ruangan tempat aku pernah dilahirkan.
Lama aku tidak bertemu denganmu. Sapamu pertama yang kau sampaikan kepadanya.
Aku di sini di sebelahmu. Sambut belahan jiwamu sepenuh hati.
Kalian berdua larut dalam menumpahkan kerinduan kalian. Meskipun tak lama kalian tak bertemu. Seolah kami hanya bunga-bunga dalam taman hati kalian yang hanya bisa tersenyum menyaksikan kebahagiaan kalian.
Ayah... Bunda... kini kalian dalam satu biduk percintaan. Aku iri sekaligus bahagia menyaksikan kesetiaan kalian yang selalu menyimpan rindu. Dalam usia yang tak lagi muda. Lansia. Uzur. Orang bisa katakan apa saja. Namun cinta kalian tak juga berujung.
Kami mendoakan kalian untuk kesembuhan kalian. Sehatkanlah raga kalian. Segarkanlah pikiran kalian. CInta itu milik kalian. Kerinduan itu hanya untuk kalian. Kami tak akan merusak dengan memisahkan kalian hanya untuk mencari kesembuhan fisik. karena kami tahu, Kesembuhan itu pasti akan datang secepat kerinduan kalian yang menghebat. Sebagai obat hanyalah ikatan cinta kalian yang saling mengisi relung jiwa kalian. Damailah dalam pelukan malam yang selalu setia menemani kalian. Kami akan menjagamu sampai titik darah penghabisan. Seperti kalian menghabiskan seluruh umur kalian untuk kami.
Allah pasti akan menjaga kalian
Kudedikasikan untuk Bapak yang baru pulang dari rumah sakit dan belum berangsur pulih. Tak lupa untuk ibuku tersayang yang terseok mendampingi Bapak dengan penuh kesetiaan berbekal cinta.
Doa sahabat dan saudaraku semua yang kami minta. Bermohon jika berkenan berkirim doa dan alfatihah untuk kedua orang tua kami. Untuk kesehatan mereka. Untuk umur panjang mereka yang barokah. InsyaAllah diijabahi dan pahala akan ditetapkan untuk sahabat dan saudaraku sekalian.

Tidar benar-benar sejoek, 12082014. 23:46
Umi Azzurasantika

Gerimis Malam

gerimis malam
menyertai langkah tenang
tinggalkan jejak senja
jemput pelangi tanpa warna
titiskan atis hati tanpa tersisa keriuhan
hanya sayup
dendang nyanyi sunyi
titik linangan
di antara simpuh terpekur
para pencari seribu bulan

Tidar Sejoek, 21072014, 21:52

Umi Azzurasantika

Kemerdekaanmu Kini

kan kuberikan semangatku
walau mungkin hanya seujung kuku
kan kusisihkan geloraku
hanya untuk Indonesiaku

perjuanganku tak sebanding dengan pengorbananmu
waktu itu
perjuanganku untuk anak bangsamu
saat ini
menjadikan mereka
para
cendekia berkarakter
bermartabat
yang mencintai tanah airnya

Sudut meja pendidik, 17082014
Umi Azzurasantika

Senja Petang Akhir Agustus

senja di petang agustus pelahan beranjak
menuju jingga kaki langit
satu-satu daun-daun menguning berguguran
satu-satu burung kepakkan sayap tinggalkan cakrawala

entah untuk berapa lama lagi
gersang pada september mendatang
mengisi ruang kosong hati
hanya harap dalam jeda
rumput akan kembali menyembul
sertakan lembut titik embun
menempati lapang rasa dalam syukur

#akhiragustuspenuhcinta 2014

Umi Azzurasantika

Bahagiamu itu Bahagiaku

kekasihmu pergi dariku lagi
setelah seminggu bersamaku
setelah dua minggu kepergianmu

dia pergi untuk mendekat
pada rumahmu arah sebelah
untuk apa
pasti untuk melepas kerinduan padamu

hatiku kembali kosong
setelah engkau hilang
kini kekasihmu pun hilang dari pandangan

tapi
aku tak begitu khawatir
meskipun jauh di poentjak goenoeng dia ada
aku yakin kerinduan dan hatinya masih tersisa untukku
yang ku tahu tak hanya seserpih
namun sebongkah yang tak akan ada habisnya

ibu…
seminggu engkau di sini…
senyumku mengembang selalu untukmu
meskipun bergelayut sepi dan sendu di matamu
karena selalu mengingat kekasihmu

ibu…
maafkan aku
yang tak selalu menyisihkan banyak waktu untukmu
untuk bercengkerama dan bercerita tentang ini itu

ibu…
mungkin itulah yang membuatmu ingin pulang semalam
mungkin itulah yang tidak bisa membuatmu tenang
karena di sini engkau hanya dimanjakan dalam sepi

ibu…
aku tau kebiasaanmu
yang tak pernah mau diam
yang tak pernah ada jeda waktu untuk engkau kerjakan

ibu…
di sini aku anakmu
di sana juga anakmu

ibu
demi rasa tenang dan bahagiamu
itu bahagiaku
tenaga aku relakan untuk mengantar
serta menjemputmu
kapanppun engkau mau

selamat menjalankan rutinitas
selamat menjalankan aktivitasmu
ibu…
engkau sebagai seorang pekerja keras
petani yang luar biasa bagi anak-anakmu
ada kekasih maupun tiada kini

kerinduanku takkan pernah pupus untukmu ibu…

tidar hari ini mendung, 04092014
Umi Azzurasantika

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...