Sabtu, 06 September 2014

Kamu


Inspirasi tentangmu itu tidak habis. Meskipun mata sudah tidak mampu lagi menatap. Meskipun badan sudah tidak kuat menyangga kepalaku lagi. Namun... Kata demi kata berserakan mengiringi jemariku untuk merangkai kalimat untukmu.
Menjelang kepergianmu.. airmatamu tak mampu kau tahan. Jatuh dari pelupuk mata sayumu. Lembut usapan tangannya tak mampu redakan tangismu. Justru bertambah deras menganak sungai di lengkung pipi rapuhmu. Hancur hatimu mungkin saat itu. Melepas genggaman tanganya yang sudah mulai goyah. Jemari yang mungkin tak kuat lagi untuk melambaikan tangan untukmu. Karena bentang jarak dan waktu akan memisahkan kalian untuk sementara waktu
Hari-hari berikutnya  hanya kau lewati bersamaku. Berganti-ganti juga posisiku tergantikan oleh mereka yang juga menyayangimu. Ocehanku. Kadang senyum yang mungkin kecut bagimu. Namun itu tanda sayangku untukmu. Kau harus percaya itu.
Aku sebenarnya iri dengan rasa rindumu yang kian menebal kau rasakan untuknya. Namun untuk apa. Iri itu justru malah membuatku semakin sayang padamu juga dia. Bukan sesuatu yang aneh. anggap saja seperti itu.
Selimut itu kau tutupkan ke wajah. Pertanda sakitmu kian parah. Sakit rindu padanya yang tiada tertahan lagi. Tak ada dokter yang akan mampu berikan resep untuk menyembuhkanmu. Kecuali untuk sakit fisikmu yang menggerogoti sebagain dari urat hidupmu.
Perlu kau tau. Diapun di sana menahan rindu sama sepertimu. Hingga UGD menjadi tambatan tubuh limbungnya. Tubuh penyimpan hati untukmu. Rindunya pasti sebesar rindumu pula. Semua isak kerinduan itu terdengar di telingaku setiap harinya.
Aku sedih... tapi aku bahagia. Campur aduk jadi satu. Hingga rambutku berguguran satu-satu karena memikirkan kalian. Mataku melihat kerinduan itu sepanjang hari yang kulewati bersamamu. Diantara desingan kata-kata parau campur air mata di telinga lewat dering handphoneku. Apakah kalian tau? aku lebih galau dari kalian.
Kapan pulang? suara di ujung telingaku....
Kapan kita pulang? pertanyaanmu setiap pagi setelah kau kerjapkan mata bersamaan dengan kicauan burung yang membangunkanmu. Pertanyaan yang mengiringi tilawah dan simpuhku disepertiga malam di sisi pembaringanmu.
Hari ini... ya hari ini...
Kalian dipertemukan dalam kerapuhan yang tak berkesudahan. Tubuh kalian menyatu diantara desingan isak bahagia. Diantara deraian air mata kami, aku dan mereka. Saksi, dimana cinta kalian bermuara di pembaringan reot kalian diujung ruangan tempat aku pernah dilahirkan.
Lama aku tidak bertemu denganmu. Sapamu pertama yang kau sampaikan kepadanya.
Aku di sini di sebelahmu. Sambut belahan jiwamu sepenuh hati.
Kalian berdua larut dalam menumpahkan kerinduan kalian. Meskipun tak lama kalian tak bertemu. Seolah kami hanya bunga-bunga dalam taman hati kalian yang hanya bisa tersenyum menyaksikan kebahagiaan kalian.
Ayah... Bunda... kini kalian dalam satu biduk percintaan. Aku iri sekaligus bahagia menyaksikan kesetiaan kalian yang selalu menyimpan rindu. Dalam usia yang tak lagi muda. Lansia. Uzur. Orang bisa katakan apa saja. Namun cinta kalian tak juga berujung.
Kami mendoakan kalian untuk kesembuhan kalian. Sehatkanlah raga kalian. Segarkanlah pikiran kalian. CInta itu milik kalian. Kerinduan itu hanya untuk kalian. Kami tak akan merusak dengan memisahkan kalian hanya untuk mencari kesembuhan fisik. karena kami tahu, Kesembuhan itu pasti akan datang secepat kerinduan kalian yang menghebat. Sebagai obat hanyalah ikatan cinta kalian yang saling mengisi relung jiwa kalian. Damailah dalam pelukan malam yang selalu setia menemani kalian. Kami akan menjagamu sampai titik darah penghabisan. Seperti kalian menghabiskan seluruh umur kalian untuk kami.
Allah pasti akan menjaga kalian
Kudedikasikan untuk Bapak yang baru pulang dari rumah sakit dan belum berangsur pulih. Tak lupa untuk ibuku tersayang yang terseok mendampingi Bapak dengan penuh kesetiaan berbekal cinta.
Doa sahabat dan saudaraku semua yang kami minta. Bermohon jika berkenan berkirim doa dan alfatihah untuk kedua orang tua kami. Untuk kesehatan mereka. Untuk umur panjang mereka yang barokah. InsyaAllah diijabahi dan pahala akan ditetapkan untuk sahabat dan saudaraku sekalian.

Tidar benar-benar sejoek, 12082014. 23:46
Umi Azzurasantika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...