Kurang lebih dua minggu terakhir, waktu saya habis dengan rutinitas mengajar. Selain itu saya disibukkan dengan persiapan visitasi akreditasi dan persiapan pelaksanaan LKS SMK tingkat Propinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan di eks karesidenan Kedu dan dipusatkan di Kota Magelang. Seminggu yang lalu visitasi akreditasi sudah selesai dilaksanakan. Kami tinggal menunggu hasilnya untuk beberapa waktu.
Minggu ini, kami disibukkan kembali dengan persiapan LKS, dilanjutkan dengan pelakasanaan LKS di sekolah kami dari hari Jumat-Minggu, 12-14 September 2014. Ada empat mata lomba yang pelaksanaannya di tempat kami. Mata lomba tersebut (1) cookery, (2) beauty therapy, (3)women & men hairdressing, (4) ladies dressmaking. Masih ada satu lagi mata lomba yang panitianya adalah sekolah kami tapi pelaksanaan di Grand Artos Aero Wisata. Mata lomba tersebut adalah Hotel Accomodation.
Seluruh warga sekolah ikut andil, sibuk mempersiapkannya. Tak ketinggalan dengan saya. Pada Prodi Kecantikan dengan dua mata lomba membuat kami para ibu-ibu guru cantik "cancut tali wondo" mempersiapkan dengan sebaik mungkin.
Hampir setiap hari kami pulang hingga petang. Pulang maghrib seperti sudah biasa menjadi rutinitas. Mungkin banyak cinta yang terlupakan. Mungkin banyak hati yang sedikit tersakiti. Yaitu mereka orang-orang tersayang dan tercinta di sekitar kami. Termasuk saya. Anak-anak di rumah mulai protes. Bahwa ibunya jadi ibu rumah tangga biasa saja agar ibu tidak capek. Bisa menunggui Kakak dan adik belajar dengan baik. Biar ibu tidak mudah sakit kepala dan sebagainya. Alhasil, merengek, manja, merajuk menjadi andalan mereka agar diperhatikan ibunya.
Seperti hari ini, Meskipun saya berangkat sekolah dari pagi sebelum jam tujuh. Pulang sekolah jam lima. Anak-anak langsung meminta saya mengantarkan mereka ke pasar malam kecil di tengah kompleks. Saya masih memakai seragam kerja (PD aja lagi... :) ). Mereka langsung memilih bianglala sebagai mainan yang ingin mereka naiki. Hampir setengah jam mereka menaikinya. Sampai mereka merasa sangat lama. Hanya setengah jam. Namun mereka merasa puas.
Harapan saya, dengan kesibukan yang luar biasa yang saya lakukan tidak merampas hak mereka untuk mendapat perhatian dan kasih sayang dari saya. Waktu setengah jam bisa menjadi waktu yang berkualitas untuk pertemuan kami dalam sehari untuk bermain-main bersama mereka. Meskipun malam hari masih saya sempatkan untuk menemani belajar dan sedikit bercerita mengantarkan tidur mereka.
Inilah ibu yang "hangabehi". Sebagai perempuan yang halus dan peka perasaaannya, Sebagai ibu rumah tangga yang harus bisa menyelesaikan pekerjaan rumah dengan baik, sebagai seorang pendidik yang harus bisa membimbing anak muridnya. Kesibukan saya ini saya banggakan. Karena dengan kesibukan ini saya bisa belajar menjadi seorang perempuan yang baik itu bagaimana sebenarnya. Karena bagi saya hidup adalah belajar.
Kakak Adik, maafkan ibu yang kurang bisa memperhatikan kalian. Semoga kalian memaafkan ibu yang waktunya begitu sibuk untuk dunia luar dan orang lain. Sedangkan kalian sebagai titipanNya untuk ibu yang seharusnya ibu jaga dengan baik malah kurang mendapat perhatian dan kasih sayang yang penuh.
Semoga saat ini, hari ini kalain bahagia. Semoga suatu saat kalian akan mengerti.
13 September 2014, 21.55
Tidak ada komentar:
Posting Komentar