Rabu, 17 Juli 2013

MENJADI GURU BUKAN IMPIAN



MENJADI GURU BUKAN IMPIAN

Tak terlintas sedikitpun dalam benak saya untuk menjadi guru saat dibangku SD, SMP maupun  SMA. Berangkat dari keluarga petani membuat saya hanya berpikir bagaimana memenuhi kebutuhan  dan bisa bertahan hidup.
Jika sekarang banyak siswa harus dipaksa untuk sekolah, pada waktu itu saya memaksa orang tua untuk menyekolahkan saya. Memaksa untuk menyekolahkan tingkat SMA. Ketika dulu orang tua dengan susah payah memenuhi paksaan anaknya. Kerja banting tulang ibarat orang jawa “sikil go sirah, sirah go sikil” (baca: kepala untuk kaki, kaki untuk kepala). Saat ini kulihat simbok dan bapakku tersenyum melihat anaknya menjadi seorang pengabdi pendidikan. Mendidik anak bangsa agar menjadi anak yang cerdas berkarakter dan berbudi pekerti luhur.
Aku tersesat di jalan yang benar.
Kalimat itu menginspirasi untuk terus bertanya dan belajar. Semakin bertanya semakin banyak informasi dan seperti semakin menyesatkan. Dan semakin membuat saya lebih suka tersesat daripada menemukan jalan keluar dari ketersesatan yang benar.
TWC2 adalah salah satu jalan keteresatan saya. Disini banyak sekali ilmu yang diperoleh, bertemu dengan orang-orang yang luar biasa. Pengalaman-pengalaman yang begitu hebat dari orang-orang yang hebat pula. Mulai dari seorang enginering perempuan bernama Meis Musida yang suka travelling dan pecinta kamera yang ternyata adalah alumni IKIP Bandung yang nota bene adalah sekolahnya calon guru. Pak Dahli Ahmad blogger yang mulai dari copy paste naskah orang lain. Ibu Siti si pemburu website media cetak. Pak Sukani pemenang guraru award. Pak Estu sang pemenang microsoft. Hingga penulis buku Guru Gokil Murid Unyu pak J. Sumardiata yang sungguh luar biasa. Memiliki jiwa memberi sudah tidak memikirkan “kridho lumahing astho” (mengharap pemberian orang). Seorang guru yang memiliki keunikan sendiri, mengajar dan mendidik dengan caranya sendiri, menjadikan siswa yang tangguh dan berkarakter.
Ilmu yang saya ambil dari orang-orang hebat ini adalah, bukan hasil saja yang diharapkan tapi proseslah yang menentukan hasil akhir. Tidak ada ilmu instant yang ada hanya mie instant.
TWC2 menjadikan saya sebagai guru yang semula bukan impian menjadi sebuah mimpi indah yang menjadi kenyataan. Karena menjadi guru sangat menyenangkan dan adalah sebuah kebanggaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...