GURUNYA
GALAK...!!!!
Murid
dan guru adalah sama-sama manusia. Bedanya yang satu belajar mencari ilmu sang
satu belajar menstransfer ilmu. Ilmu adalah pemberian yang kuasa. Melalui perantara
pengetahuan yang tekun dipelajari. Dan semua orang tidak berhak mengklaim
inilah ilmuku. Ilmu yang ada pada diri seseorang haruslah di “share” kepada
orang lain agar lebih bermanfaat tidak hanya disimpan saja dalam “brain” yang cerdas.
Karena salah satu dari sebaik-baik amal adalah ilmu yang bermanfaat dan akan
mendapatkan pahala yang tidak ada putus-putusnya.
Dalam
proses transfer ilmu inilah akan ada interaksi yang terjadi antara guru dan
murid. Interaksi yang menyenangkan, rileks akan memudahkan murid menerima ilmu
dan guru juga tidak sulit untuk menyampaikan ilmu. Dalam kondisi yang rileks
seseorang tidak mengalami tekanan dalam pikirannya, sehingga apa yang diterima
bisa mudah masuk dan diingat dalam memori.
Tapi
bagaimana jika guru menyampaikan dengan muka masam, dengan marah-marah, emosi. Murid
sebagai penerima ilmu pasti tidak bisa enjoy menikmati proses “serah terima”
ilmu. Yang diingat pasti bukan ilmu yang disampaikan tapi sikap yang ditunjukkan
oleh guru tersebut. Seperti sering didengar ketika seseorang ditanya kenapa tidak
menyukai suatu pelajaran ? jawabnya adalah GURUNYA GALAK! Sungguh tidak
diharapkan oleh seorang guru mendengar jawaban itu, tapi itulah fakta yang
terjadi.
Ada
guru yang menyampaikan dengan membentak, teriak-teriak, mengatakan bodoh, gitu
saja tidak bisa, dsb. Bagaimana murid bisa menerima ilmu kalau selalu mendapat
cercaan cacian seperti itu.
Pernah
saya membaca tulisan, JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN CACIAN MAKA DIA AKAN BELAJAR
MEMAKI. Kata-kata GURUNYA GALAK adalah salah satu contohnya
Alangkah
senangnya jika guru mendapatkan komentar, pesan kesan yang menyenangkan ketika
selesai mengajar.
Seperti
sebuah tulisan yang disampaikan dalam secarik kertas oleh salah seorang murid saya
untuk gurunya berikut:
“Bu atun sering membuat kita merasa nyaman
di kelas karena sering bercanda gak pernah marah. Yang saya suka ibu orangnya
penyabar walaupun kita sering buat masalah ibu tetap memaafkan”
Tulisan ini sungguh sangat
menyejukkan.
Tulisan berikutnya
berbunyi:
Bu Atun...
Bu Atun itu... kalo lagi nyebelin ya dari
pagi gak mau senyum. Tapi kalo lagi Mood dari pagi udah “curcol”
Saya mau kok kalau ibu jadi wali kelas saya
dikelas “3”
Doain kami ya buk?!! “eh kok malah kaya mau
perpisahan sih?!”
Pokoknya You’re my everything
Makasih ya buk dah sabar menghadapi dan
membimbing kami
Padahal dari kelas satu kami bandel
Semua
tulisan dari murid saya ini adalah motivasi saya untuk selalu berusaha lebih
baik dan baik lagi, lebih sabar dan sabar lagi. Karena bagaimanapun antara
sabar dan galak jaraknya sangat tipis.
InsyaAllah.
Guru yang membuat nyaman murid
Guru yang bisa nyaman mentransfer ilmu
Guru yang bisa menjadi teman dan sahabat
murid
Menjadi harapanku
Harapanku juga untuk teman-teman guru di seluruh
dunia
Karena ilmu adalah
karunia dari Allah, kesabaran adalah karunia yang diberikan Allah untuk
menyampaikan ilmu.
GURU SABAR ADALAH DAMBAAN SEMUA MURID.
MARI MENGAJAR DENGAN HATI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar