Sabtu, 20 Juli 2013

GURUNYA GALAK...!!!!

GURUNYA GALAK...!!!!

Murid dan guru adalah sama-sama manusia. Bedanya yang satu belajar mencari ilmu sang satu belajar menstransfer ilmu. Ilmu adalah pemberian yang kuasa. Melalui perantara pengetahuan yang tekun dipelajari. Dan semua orang tidak berhak mengklaim inilah ilmuku. Ilmu yang ada pada diri seseorang haruslah di “share” kepada orang lain agar lebih bermanfaat tidak hanya disimpan saja dalam “brain” yang cerdas. Karena salah satu dari sebaik-baik amal adalah ilmu yang bermanfaat dan akan mendapatkan pahala yang tidak ada putus-putusnya.
Dalam proses transfer ilmu inilah akan ada interaksi yang terjadi antara guru dan murid. Interaksi yang menyenangkan, rileks akan memudahkan murid menerima ilmu dan guru juga tidak sulit untuk menyampaikan ilmu. Dalam kondisi yang rileks seseorang tidak mengalami tekanan dalam pikirannya, sehingga apa yang diterima bisa mudah masuk dan diingat dalam memori.
Tapi bagaimana jika guru menyampaikan dengan muka masam, dengan marah-marah, emosi. Murid sebagai penerima ilmu pasti tidak bisa enjoy menikmati proses “serah terima” ilmu. Yang diingat pasti bukan ilmu yang disampaikan tapi sikap yang ditunjukkan oleh guru tersebut. Seperti sering didengar ketika seseorang ditanya kenapa tidak menyukai suatu pelajaran ? jawabnya adalah GURUNYA GALAK! Sungguh tidak diharapkan oleh seorang guru mendengar jawaban itu, tapi itulah fakta yang terjadi.
Ada guru yang menyampaikan dengan membentak, teriak-teriak, mengatakan bodoh, gitu saja tidak bisa, dsb. Bagaimana murid bisa menerima ilmu kalau selalu mendapat cercaan cacian seperti itu.
Pernah saya membaca tulisan, JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN CACIAN MAKA DIA AKAN BELAJAR MEMAKI. Kata-kata GURUNYA GALAK adalah salah satu contohnya
Alangkah senangnya jika guru mendapatkan komentar, pesan kesan yang menyenangkan ketika selesai mengajar.
Seperti sebuah tulisan yang disampaikan dalam secarik kertas oleh salah seorang murid saya untuk gurunya berikut:
“Bu atun sering membuat kita merasa nyaman di kelas karena sering bercanda gak pernah marah. Yang saya suka ibu orangnya penyabar walaupun kita sering buat masalah ibu tetap memaafkan”

Tulisan ini sungguh sangat menyejukkan.
Tulisan berikutnya berbunyi:
Bu Atun...
Bu Atun itu... kalo lagi nyebelin ya dari pagi gak mau senyum. Tapi kalo lagi Mood dari pagi udah “curcol”
Saya mau kok kalau ibu jadi wali kelas saya dikelas “3”
Doain kami ya buk?!! “eh kok malah kaya mau perpisahan sih?!”
Pokoknya You’re my everything
Makasih ya buk dah sabar menghadapi dan membimbing kami
Padahal dari kelas satu kami bandel

Semua tulisan dari murid saya ini adalah motivasi saya untuk selalu berusaha lebih baik dan baik lagi, lebih sabar dan sabar lagi. Karena bagaimanapun antara sabar dan galak  jaraknya sangat tipis. InsyaAllah.

Guru yang membuat nyaman murid
Guru yang bisa nyaman mentransfer ilmu
Guru yang bisa menjadi teman dan sahabat murid

Menjadi harapanku
Harapanku juga untuk teman-teman guru di seluruh dunia

Karena ilmu adalah karunia dari Allah, kesabaran adalah karunia yang diberikan Allah untuk menyampaikan ilmu.
GURU SABAR ADALAH DAMBAAN SEMUA MURID.
MARI MENGAJAR DENGAN HATI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...