apakah burung-burung itu masih menemanimu
apakah gemericik air itu tiada lelah di sampingmu
ataukah tanah tak lagi bersahabat menyapamu
setiamu tiada terukur
meskipun sejelaga hanya engkau dapati
meskipun hamparan itu kini telah mati
terlibas sekawanan mantera tak berperi
kau tetap di sana
menjagai sedikit yang termiliki
menjagai semangatmu untuk kami
memahat asa tiada henti
selintas senyum tergurat
terpahat manis direnda mimpiku
bahagiamu adalah kuat pada inginku
kucoba katakan ucap rindu
salamku ayah…
yang jauh dari pelupuk mataku
***
Rinduku, 19 Maret 2014
Umi Azzurasantika
terima kasih pak Tri, salam kenal juga
BalasHapussegera meluncur ke TKP