Selasa, 17 Mei 2016

Hari Lapar


Di sekolah anak saya, hari jajan ditentukan, besarannya juga tidak boleh lebih dari 3 ribu. Untuk mengantisipasi keinginan jajan di luar jadwal akhirnya diambil satu hari sebagai hari lapar.
Semalam ribut minta dibuatkan bekal, sayapun bingung, pegangan tembok. Persediaan bahan minimalis, mau keluar hujan. Besok pagi harus pagi-pagi sekali dibuat. Saya tinggal tidur saja. Lha, pusing. Hehehe...
Akhirnya, orang kepepet itu biasanya idenya justeru muncul. Ada telur, kentang, kulit pangsit, dan tepung roti. Gulung, oles, tepungi, goreng. Jadi deh, kentang gulung krispinya.
Pas keduanya mencicipi, sempat deg-degan. Apa komentar mereka.
"Ehm...," sambil mengunyah. Tak sabar saya menunggu celoteh komentar mereka.
"Enak, Bu. Kres di luar, jleb di dalam!" Waaa... senengnya hati saya. Berbunga-bunga pokoknya. Meskipun orang lain, jika mencicipi, bilang tidak enak. Asal si kecil dan kakak bilang enak, rasanya dapat nilai 100.
Merekapun berangkat sekolah dengan penuh percaya diri. Ibuku bisa masak! Mungkin begitu batin mereka. Masih mungkin sih. Karena tak terucap dari bibir mungil mereka. Tapi saya merasa tersirat dari jujur tatap matanya, saat cium tangan, dan cipika cipiki, serta peluk eratnya.
Maafkan ibu kalian, Nak. Terlalu PD dengan hasil masakan sederhana, ngawur lagi resepnya. Terpenting kalian bahagia. Itu saja.

Selamat hari Kamis manis
Selalu berikan yang terbaik untuk orang-orang tercinta kita.
Salam santun saya

Magelang, 28042016
Umi Azzurasantika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...