Di sekolah anak saya, hari jajan ditentukan,
besarannya juga tidak boleh lebih dari 3 ribu. Untuk mengantisipasi
keinginan jajan di luar jadwal akhirnya diambil satu hari sebagai hari
lapar.
Semalam ribut minta dibuatkan bekal, sayapun bingung,
pegangan tembok. Persediaan bahan minimalis, mau keluar hujan. Besok
pagi harus pagi-pagi sekali dibuat. Saya tinggal tidur saja. Lha,
pusing. Hehehe...
Akhirnya, orang
kepepet itu biasanya idenya justeru muncul. Ada telur, kentang, kulit
pangsit, dan tepung roti. Gulung, oles, tepungi, goreng. Jadi deh,
kentang gulung krispinya.
Pas keduanya mencicipi, sempat deg-degan. Apa komentar mereka.
"Ehm...," sambil mengunyah. Tak sabar saya menunggu celoteh komentar mereka.
"Enak, Bu. Kres di luar, jleb di dalam!" Waaa... senengnya hati saya.
Berbunga-bunga pokoknya. Meskipun orang lain, jika mencicipi, bilang
tidak enak. Asal si kecil dan kakak bilang enak, rasanya dapat nilai
100.
Merekapun berangkat sekolah dengan penuh percaya diri. Ibuku
bisa masak! Mungkin begitu batin mereka. Masih mungkin sih. Karena tak
terucap dari bibir mungil mereka. Tapi saya merasa tersirat dari jujur
tatap matanya, saat cium tangan, dan cipika cipiki, serta peluk eratnya.
Maafkan ibu kalian, Nak. Terlalu PD dengan hasil masakan sederhana, ngawur lagi resepnya. Terpenting kalian bahagia. Itu saja.
Selamat hari Kamis manis
Selalu berikan yang terbaik untuk orang-orang tercinta kita.
Salam santun saya
Magelang, 28042016
Umi Azzurasantika

Tidak ada komentar:
Posting Komentar