Selasa, 10 Maret 2015

Puisi Penyair Lima Kota


Rasa bahagia pada diri saya saat bisa mengenal Tembi Rumah Budaya yang berada di Jl. Parangtritis Km 8,4 Timbulharjo, Sewon, Bantul Yogyakarta. Saya berkesempatan untuk hadir dan tampil di sana. Petama kali saya tampil adalah pada tanggal 5 Jauari 2015 pada saat peluncuran buku antalogi puisi penyair angkatan 87.

PEMUJA NARKOBA

:menunggu eksekusi mati


Hujan berirama sendu

Memecah resah
Rintih pedih pemuja narkoba


Tangisan takut mati

Tergambar nyata di sudut hati
Pasti kelak tak akan di surga
Pasti tak bakal kuat di neraka


Saat dunia gamblang bercerita

Membabi buta menikam generasi muda
Tak peduli
Terpenting rupiah terbeli
Jadi gembong berkaki kaki


Hujan enggan beranjak

Meski januari berlalu separuh pergi
Di balik jeruji besi
Air mata mengayun ayun
Menggantung berkalung sesal
Menunggu algojo jemput ajal


Pasti...


Kematian tak bakal urung

Magelang, 15022015

NEGERI KELAM 

negeri ini milik rakyat
bukan rayahan pejabat
adu jotos membual pendapat

beras membumbung
minyak melambung 
gas terbang melayang

roda terus berputar, saudara!

petani tak makan beras
dapur berkalang asap
perempuan menghitung satu-satu 
tetes penyambung hidup

hak terenggut
tercerabut

kepala-kepala bertopi batu
sembunyi di balik dasi
mana janjimu di mimbar kala itu

basi!

Magelang, 05032015

UmiAzz, 10 Maret 2015

4 komentar:

  1. Whoaaa... Kereeen bangeeet!!! Maju terus, Mbak Umi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mb lis.,...

      pingin keren juga kaya mbak lis...

      Hapus
  2. heaaaa :D kereeennn Mbak e
    lantunkan syairmu duhai sang pujangga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bang ando.,... makasih yak... hihihi

      waaa... pujangga nih... wkwkwkwk

      Hapus

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...