Senin, 23 Maret 2015

Jerit Terkunci


wajah serupa bulan (kesiangan)
seka peluh lumuri kening
mengais butir-butir asa terserak
tertatih mengejar matahari
menggapai mimpi

mimpi kaum jelata

mencari pengganti asi ibu kurang gizi
bagi bayi yang hampir mati
menggelepar kala memandang mendung menggantung di atas negeri ini

rakyat sudra

sekadar inginkan anaknya berdasi, bertopi tut wuri handayani
nyanyikan lagu padamu negeri
mengangkasa bersama sayap perkasa garuda
namun susu tak juga mampu terbeli

ooo..

jerit lirih itu rapat terkunci
telingatelinga tetutup tak mau dengar lagi
wajah melengos berpaling pergi
mulut yang biasanya lantang berorasi
diam seribu bahasa tak berkatakata

akankah terus terlukis

miris
tak berkesudahan
lalu: mati

Magelang, 23032015

1 komentar:

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...