Manusia memang dianegerahi pikiran untuk berpikir dan lebih maju dari makhluk lain. Namun terkadang, tanpa disadari manusia sering diperbudak oleh barang mati yang tidak bernyawa. Teknologi saat ini serasa benar-benar memperbudak manusia. Padahal jika mau menilik ke belakang, teknologi itu buatan manusia itu sendiri. Eh.. kebolak balik jadinya ya.
Seperti pelaksanaan UNBK/CBT dimana saya mengawas UN kali ini. Ujian Nasional yang dilaksanakan berbasih komputer diikuti oleh beberapa sekolah di kota kami. Sebelum pelaksanaan UNBK ini seluruh sekolah yang akan menyelenggarakan UN mempersiapkan dengan sangat perfect, saya pikir.
Seluruh perangkat lunak maupun perangkat keras disiapkan dengan sangat matang. Hingga ruangan dan AC pun harus benar-benar mendukung pelaksanaan CBT ini. Para proktor dan panitia sangat sibuk. Antara semangat, capek, dan juga deg-degan campur aduk jadi satu. Takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada saat pelaksanaannya nanti.
Memang ada perbedaan yang signifikan antara pelaksanaan PBT dengan CBT. Ujian nasional yang dilaksanakan berbasis kertas memang bisa saja diantisipasi. Misalnya setiap ruang kelas kurang bisa mengambil pada kelas lain. Rusak kertas bisa digantikan kertas yang lain. Waktu fleksibel, dalam arti, ketika penyelenggaraan UN dilaksanakan di tempat-tempat terpencil disesuaikan dengan datangnya logistik ditempat tersebut. Namun sedikit maklum yang diberikan untuk sekolah di daerah perkotaan yang alat transportasinya sangat mudah.
UNBK yang sudah berlangsung hari ketiga, hari ini Rabu, 6 April 2016. Ada sedikit kendala yang mungkin bisa menjadikan "gobyos" para proktor. Bagaimana tidak, pada sekolah tempat saya mengawas, waktu pelaksanaan ujian antara komputer siswa dengan server memiliki selisih waktu. Waktu yang tertera pada komputer siswa selisih lima menit dengan komputer server. Tidak banyak memang. Namun sangat berarti bagi para siswa untuk menyelesaikan pekerjaannya. Apalagi saat itu mata pelajarannya adalah Matematika.
Kejadian yang berlangsung adalah, waktu di server sudah habis, namun pada komputer siswa masih berjalan mundur lima menit menjelang berakhirnya ujian. Karena mata pelajaran yang diujikan adalah Matematika, seperti menjadi sebuah kebiasaan, anak menyelesaikan pekerjaan hingga akhir waktu. Cieeee... jadi seperti lagu ya. Hehehehe.
Naahhh... tiba-tiba komputer anak-anak langsung 'pet' log out sendiri. Kontan satu kelas ribut. Khawatir hasil pekerjaannya tadi sia-sia, hilang begitu saja. Server juga panik. Namun pengawas berusaha menenangkan siswa. Siswa diminta duduk kembali, sembari proktor mengambil token ulang. Hal ini dilakukan agar siswa dapat submit kembali kemudian bisa mengakhiri pekerjaan ujian, dan dianggap selesai mengerjakan.
Setelah selesai diatasi oleh proktor akhirnya anak baru bisa bernafas dengan lega. Siswa merasa yakin kalau pekerjaan telah masuk data base. Namun di wajah mereka masih menyisakan gurat kekhawatiran. Masih menyimpan kekhawatiran jika hal itu nantinya menyebabkan ketidak lulusan bagi mereka. Meskipun sebenarnya UN ini tidak menentukan kelulusan bagi mereka.
Nah di sinilah mengapa di awal saya katakan bahwa manusia bisa saja diperbudak oleh teknologi yang notabene buatan manusia itu sendiri. Karena komputer itu ibarat robot, akhirnya nggak bisa merasakan kekhawatiran dan kegaduhan yang dirasakan oleh siswa, proktor, dan juga pengawas.
UNBK/CBT memang sangat praktis dari segi pelaksanaan. Irit kertas yang artinya kita menyimpan pohon dan bumi kita yang jadi bahan baku kertas. Namun di lain sisi, segala persiapan sangat ribet dan harus betul-betul fix. Sampai-sampai AC turut mendukung keberhasilan UNBK ini. Jika AC mati maka server dan komputer untuk ujian tidak bisa jalan. AC dalam kondisi temperatur rendah agar PC dingin dan tidak mati. Tapi manusia yang ada di dalam ruangan tersebut dibuat kedinginan. Bisa jadi masuk angin juga kan. Hehehe...
PC nya dingin, manusianya panas. Iya, kan kalau habis dari laboratorium selama enam jam berturut-turut seharian bagi siswa, pengawas, proktor kan sangat ekstrim. Bisa menyebabkan sakit, sakit panas. PC nya sehat, manusianya yang tersiksa.
Yah.... begitulah teknologi. Harus disiapkan lebih humanis. Agar bisa memiliki kemanfaatan antara satu dengan lainnya yang saling terkait.
So...
UNBK untuk tinggal satu hari lagi.
Tetap semangat siswa-siswa SMA/SMK.
Semoga berhasil
Salam santun pendidik
Magelang, 006042016
Umi Azzura

kayak ribet ribet bergembira yaa
BalasHapusIyo e mbak Luna... melu panas dingin
BalasHapus