Jumat, 28 Februari 2014

Bayangan Menyeramkan




Di kota yang penuh keramaian, tinggalah satu keluarga. Di keluarga itu tinggal Nabila dan keluarganya. Ibu Nabila bernama Saras Wati ibu Nabila orangnya baik,dan murah senyum,dan walaupun ditengah kehamilannya ibu Nabila  tetap rajin beribadah, apa lagi saat puasa ibu Nabila sangat menyukainya,dan juga sholat. Ibu Nabila orang yang sangat dermawan.
Ayah Nabila sangat mementingkan bisnisnya sampe-sampe saat itu ayah Nabila lebih mementingkan bisnisnya, tapi sekarang ayah Nabila sadar bahwa keluarga lebih penting dari bisnisnya. Ayah Nabila dikenal oleh orang-orang desa sebagai orang  yang sangat dermawan,dan suka menolong orang lain.
Aktivitas bunda Nabila adalah sebagai ibu rumah tangga, tapi jika tugas di rumah sudah selesai, biasanya bunda Nabila mengurus butiknya, butik yang  didirikan bunda dan ayah Nabila. Namanya “Bunda”.
Nabila adalah anak yang pemalas dan setiap pulang sekolah dia selalu mengambil uang tabungannya untuk bermain game di warnet. Ibu Nabila sudah sering mengingatkan tapi Nabila hanya cuek dan seolah-olah tidak peduli. Sewatu hari Nabila dilarang ke warnet karena besok ada ulangan. Lalu ibu Nabila mengunci Nabila di dalam kamar. Beberapa waktu kemudian muncullah ide-ide buruknya. Nabila memanjat jendela, ternyata berhasil. Lalu bunda Nabila melihat ke kamar Nabila, saat bunda membuka pintu Nabila sudah tidak ada. Bunda melihat jendela di kamar Nabila terbuka. Bunda Nabila berfikir bahwa Nabila ke warnet untuk bermain game.
Lalu Nabila menjauh dari rumah menuju ke warnet. Nabila melalui jalan yang biasanya di lalui Nabila. Setelah sampai ditengah perjalanan nabila melihat banyangan besar dan menyeramkan. Nabila langsung pergi menuju rumah dengan rasa ketakutan. Nabila  pulang dengan wajah yang terengah-engah. Sampai di rumah ibu Nabila kaget, karena Nabila pulang dengan wajah yang terengah-engah yang saat itu ibu Nabila tengah menyirami bunga.
’’Bun...Bun...Bun... bunda ad...ad...ada banyangan menyeramkan sin...sin...sini Bunda, di sini bunda”.
“Oooh ini hanya pohon beringin Nabila” raut ibu meyakinkan Nabila.
’’Tapi sejak kapan bun???’’
’’Bunda sih ngak tau kapan,dan pasti pohon ini di pindahkan, tapi katanya sih pohon beringin ini dipindahkan dari kampung belakang perumahan kita Nabila karena ingin dibuat tanggul biar gak banjir, karena sungai yang tidak dapat ditangguhkan’’.
Terimakasih ya bunda Nabila bangga punya bunda dan Nabila janji akan patuh sama bunda dan ngak pernah ngeyel’’
“Gitu dong anak bunda,top’’
Ayah dan Bunda Nabila senang dengan berubahnya sifat Nabila. Nabila menjadi anak yang penurut, rajin,dan taat beribadah.


Nama        : Azzahra Dewi Santika
Kelas : 3D                                                                                                                                                                    

2 komentar:

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...