Di kota yang penuh keramaian, tinggalah satu
keluarga. Di keluarga itu tinggal Nabila dan keluarganya. Ibu Nabila bernama
Saras Wati ibu Nabila orangnya baik,dan murah senyum,dan walaupun ditengah
kehamilannya ibu Nabila tetap rajin
beribadah, apa lagi saat puasa ibu Nabila sangat menyukainya,dan juga sholat. Ibu
Nabila orang yang sangat dermawan.
Ayah Nabila sangat mementingkan bisnisnya sampe-sampe
saat itu ayah Nabila lebih mementingkan bisnisnya, tapi sekarang ayah Nabila sadar
bahwa keluarga lebih penting dari bisnisnya. Ayah Nabila dikenal oleh
orang-orang desa sebagai orang yang
sangat dermawan,dan suka menolong orang lain.
Aktivitas bunda Nabila adalah sebagai ibu rumah
tangga, tapi jika tugas di rumah sudah selesai, biasanya bunda Nabila mengurus
butiknya, butik yang didirikan bunda dan
ayah Nabila. Namanya “Bunda”.
Nabila adalah anak yang pemalas dan setiap pulang
sekolah dia selalu mengambil uang tabungannya untuk bermain game di warnet. Ibu
Nabila sudah sering mengingatkan tapi Nabila hanya cuek dan seolah-olah tidak
peduli. Sewatu hari Nabila dilarang ke warnet karena besok ada ulangan. Lalu
ibu Nabila mengunci Nabila di dalam kamar. Beberapa waktu kemudian muncullah
ide-ide buruknya. Nabila memanjat jendela, ternyata berhasil. Lalu bunda Nabila
melihat ke kamar Nabila, saat bunda membuka pintu Nabila sudah tidak ada. Bunda
melihat jendela di kamar Nabila terbuka. Bunda Nabila berfikir bahwa Nabila ke
warnet untuk bermain game.
Lalu Nabila menjauh dari rumah menuju ke warnet. Nabila
melalui jalan yang biasanya di lalui Nabila. Setelah sampai ditengah perjalanan
nabila melihat banyangan besar dan menyeramkan. Nabila langsung pergi menuju
rumah dengan rasa ketakutan. Nabila
pulang dengan wajah yang terengah-engah. Sampai di rumah ibu Nabila
kaget, karena Nabila pulang dengan wajah yang terengah-engah yang saat itu ibu
Nabila tengah menyirami bunga.
’’Bun...Bun...Bun... bunda ad...ad...ada
banyangan menyeramkan sin...sin...sini Bunda, di sini bunda”.
“Oooh ini hanya pohon beringin Nabila” raut ibu
meyakinkan Nabila.
’’Tapi sejak kapan bun???’’
’’Bunda sih ngak tau kapan,dan pasti pohon ini di
pindahkan, tapi katanya sih pohon beringin ini dipindahkan dari kampung
belakang perumahan kita Nabila karena ingin dibuat tanggul biar gak banjir,
karena sungai yang tidak dapat ditangguhkan’’.
Terimakasih ya bunda Nabila bangga punya bunda
dan Nabila janji akan patuh sama bunda dan ngak pernah ngeyel’’
“Gitu dong anak bunda,top’’
Ayah dan Bunda Nabila senang dengan berubahnya
sifat Nabila. Nabila menjadi anak yang penurut, rajin,dan taat beribadah.
Nama : Azzahra Dewi Santika
Kelas : 3D


Berbakat! :D
BalasHapusterima kasih mas dwi.. semoga bisa terus menulis
BalasHapus