Sabtu, 08 Februari 2014

Imajinasi LIar

Mengajar dengan cara membebaskan anak untuk berpikir sesuai dengan imajinasi masing-masing memang sangat sulit. Namun saya mencoba untuk melakukan hal itu.

Pagi ini saya memberikan apersepsi kepada siswa. Mengulas materi sebelumnya secara menyeluruh dari materi yang sudah di ajarkan namun hanya point-pointnya saja. Kemudian saya memberikan informasi kepada siswa bahwa tugas yang seharusnya di email ke saya baru dua saja yang masuk dari empat kelompok yang seharusnya mengerjakan tugas.

Salah satu dari email yang masuk, saya meneruskan pemberian informasi. Bahwa ada satu kata yang sebelumnya belum pernah saya ajarkan, dan muncul pada tugas yang dikerjakan oleh mereka.
Saya mencoba untuk memaknai hal itu sebagai sebuah imajinasi bebas yang dikeluarkan oleh anak. Tidak sekedar mencontoh dari kata atau kalimat, bahkan mungkin satu paragraf catatan yang diberikan oleh guru untuk dituangkan dala tugas mereka. Mereka menulis, mengerjakan tugas, kemudian di email dengan bahasa mereka. Menggunakan tata bahasa mereka. Namun yang menggembirakan bahwa, kata dalam judul itu adalah topik yang baru akan saya berikan hari ini. Dalam pembelajaran kali ini. Untuk itu saya memberikan apresiasi kepada kelompok ini atas tugas yang sudah terselesaikan.

Kata apa sebenarnya yang sudah mereka temukan tersebut?
Seperti biasa, setiap selasa pagi saya mengajar pelajaran pengantar pariwisata. Pada materi sebelumnya saya sudah mengajarkan tentang istilah-istilah pariwisata, hingga produk wisata dan usaha jasa serta usaha sarana wisata. Baru kemudian hari ini saya ingin memberikan topik materi tentang daya tarik wisata. Kenapa daya tarik baru disampaikan sekarang? karena istilah daya tarik wisata sebenarnya sama dengan istilah obyek wisata namun mengikuti perkembangan jaman, istilah ini diubah dengan peraturan perundang-undangan tahun 2009; Daya Tarik Wisata dijelaskan sebagai segala sesuatu yang memiliki keunikan, kemudahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau kunjungan wisatawan. Sehingga lebih luas permaknaannya.

Kata daya tarik inilah yang mereka temukan.
Keinginan saya untuk mengembangkan pemikiran siswa insyaAllah lambat laun mulai menuai hasilnya. Cara pembelajaran saya dengan membebaskan mereka dengan pola pikir mereka. Saya hanya memberikan sedikit informasi dan rambu-rambu saja. Mereka sudah bisa mengembangkan sendiri wawasan mereka dengan cara membaca, googling dan browsing, serta diskusi di antara mereka. Ditambah lagi dengan kegiatan jalan-jalan yang saya lakukan bersama anak-anak di taman badaan  kemarin minggu.
Hari ini, saya memberikan tugas kepada mereka untuk membuat sejenis perencanaan usaha jasa pariwisata dengan sarana yang dibutuhkan. Sebelumnya, saya memberikan pertanyaan untuk memancing pengetahuan mereka. Metode yang saya lakukan yaitu: selama satu menit saya minta mereka untuk memejamkan mata mereka, kemudian saya minta untuk membayangkan sebuah usaha yang mereka miliki yang berhubungan dengan kecantikan. Dalam waktu kurang dari satu menit, dua orang siswa sudah membuka mata sambil tersenyum, dan tiga puluh anak yang lain menghabiskan waktu selama satu menit untuk berselancar menjelajahi dunia usaha pariwisata yang mereka inginkan dan cita-citakan.
Dari dua orang anak yang membuka mata terlebih dahulu, saya bertanya. Apa yang kau dapatkan.
“Saya membayangkan saya mempunyai sebuah salon and spa di sebuah tempat yang sejuk, di pegunungan”
yang kedua
“Saya membayangkan saya mempunyai sebuah salon and spa di sebuah tempat yang lapang di mana di samping usaha saya itu terdsapat sebuah kolam renang”
Dan saya tanya kurang lebih sepuluh siswa diantara mereka. Rata-rata mereka menjawab ingin memiliki salon dan spa di sebuah tempat yang nyaman, sejuk, dan di tempat wisata yang ramai dikunjungi orang.
Diantara pendapat mereka, ada satu pendapat siswa yang “nyleneh”, berbeda dari siswa yang lain.
“Saya ingin memiliki rumah makan, bu!”
Sontak seluruh kelas tertawa. Namun saya katakan bahwa pendapat dia itu tidak salah. Kemudian saya memberikan masukan. Boleh saja mendirikan usaha bidang kecantikan sebagai usaha jasa dibidang pariwisata. Namun yang berhubungan dengan kecantikan seandainya itu adalah Rumah Nutrisi misalnya. Rumah Sehat yang menyajikan menu sehat seperti sayur, jus, dan buah-buahan sehat. Dimana usaha itu bisa berdampingan dengan usaha teman yang lain yang memiliki usaha spa and salon, misalnya.

Dengan seksama mereka memperhatikan pendapat-pendapat teman mereka, masukan dari saya, sedikit wawasan agar bisa membuka imajinasi mereka.
Pada akhirnya, saya minta mereka membuat sebuah
Itulah yang saya maksudkan sebagai imajinasi liar dari siswa. Saya sebagai guru hanya sebagai fasilitator dan motivator bagi mereka untuk mengembangkan imajinasi mereka yang liar, agar lebih terfokus pada pokok permasalahan.
Inilah pembelajaran yang saya lakukan hari ini. Mengapa hal ini saya tulis? Mudah-mudahan ini bisa menjadi sharing bagi kita semua.
***
Selasa_4 Pebruari 2014


Salam Pendidikan

Umi Azzurasantika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...