Senin, 02 September 2013

WhatsApp...!




Setiap orang termasuk saya, selalu ingin mengetahui banyak hal. Karena dengan mengetahui banyak hal orang akan mudah berkomunikasi dengan siapapun, karena yang pasti wawasan akan menjadi lebih luas.
Wawasan yang luas itu bisa di dapatkan dari mana saja, membaca contohnya. Namun banyak orang selalu beralasan (termasuk saya mungkin...), saya ga punya banyak anggaran untuk membeli buku agar bisa membaca (alasan ajah..). Padahal dijaman serba IT seperti ini orang bisa membaca lewat apa saja, baik media cetak, elektronik dan sebagainya. Tinggal niatnya saja mau atau tidak.
Bicara masalah membaca jadi ingat kata teman saya yang (mengaku..) kreatif di WhatsApp (baca WA) waktu itu.
Banyaklah membaca biar tau apapun. Karena pelajaran sekolah itu cuma 25% yang dipakai saat kembali dalam ekosistem sosial. Selebihnya pengetahuan umum. Membaca tidak harus berwujud buku. Bisa saja satu ruangan gramedia dipindah dalam satu monitor.
Tercenung aku membaca WA nya. Benar juga aku pikir. Selama ini paradigma lamalah yang berkutat dalam benak para pembaca budiman (mungkin..) bahwa membaca harus text book.
Saya jadi ingat di dalam al qur’an surat al alaq, ayat pertama yang diturunkan Allahpun memerintahkan bahwa kita diminta untuk membaca.
1.      Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan
2.      Menciptakan manusia dari segumpal darah
3.      Bacalah, dan tuhanmu itu adalah maha mulia
4.      Dia yang mengajarkan dengan kalam
5.      Mengajari manusia apa-apa yang dia tidak tahu.
Sudah jelaslah perintah Allah yaitu membaca. Hanya saja kita hampir setiap hari menghapal surat ini tapi kurang bisa memahami. Sebagai makhluk tuhan kita diminta untuk selalu membaca. Karena dengan membaca kita dari tidak tahu akan menjadi tahu.
Membaca buku adalah membaca secara visual. Tapi inti sebenarnya membaca bisa apa saja. Membaca gejala alam kita bisa belajar dari sana. Membaca media cetak kita pun bisa belajar dari sana. Membaca di media elektronik seperti internet yang (sangat) baik, memenuhi apapun yang kita minta. Seperti teman saya memberikan komentar, bahwa “mbah google” itu lebih baik dari teman sekalipun.
Move on..!! itulah mungkin yang harus saya (kita) lakukan. Harus lebih banyak membaca apa saja, kapan saja dan dimanapun. Agar kita lebih banyak tahu, lebih banyak mengerti, agar lebih banyak paham. Karena dengan banyak membaca kita akan tahu dunia ini seisinya. “Membaca adalah jendela dunia” (katanya..)
Terimakasih teman atas inspirasinya.
Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...