HARI PERTAMA DI 'nJAKARTAh'
Jakarta bagiku adalah tempat yang
masih asing untuk penglihatanku. mau naik kendaraan apa, harus jalan ke mana
pun aku bingung. untung ada perempuan cantik disebelahku. Seorang guru yang
lemah lembut, yang mungkin tak banyak menyangka bahwa dia adalah seorang
lulusan dari Pendidikan Teknik Elektro UNY, dan sekarang mengajar jurusan TKJ
di sebuah SMK di Pengasih Kulon Progo. Kehidupan saat ini memang sudah tidak
membedakan gender lagi. Perempuan bisa masuk dalam sektor apapun dalam
beraktivitas maupun bekerja.
Keluar dari stasiun senen kami
sempatkan untuk “nJepret sik”, menyalurkan hobi difoto.
Menyeberangi jalanan Jakarta yang
mulai padat meskipun masih pagi pukul 06.00, kami menuju halte trans jakarta
yang jaraknya kalau diitung-itung adalah 500 meter dari stasiun senen. Geli muncul
dalam batinku. Setiap ada trans jakarta yang transit, selalu ingin masuk, “rawamangun?”
tanya kita. Bukan mbak, “setelah ini” kata penjaganya.
Setelah tiba giliran kami untuk
masuk trans jakarta. Kunikmati perjalanan. Kusapukan pandanganku ke dalam bis,
tempat untuk laki-laki dan perempuan disendirikan. Lega hatiku. Kulayangkan pandanganku
ke luar bis, yang ada kendaraan yang begitu padat, gedung-gedung yang tinggi,
lalu lalang orang berjalan menuju tempat mereka beraktivitas. Tak terasa kami
sampai di halte berikutnya. Kami harus menaiki tangga penyeberangan menuju
halte yang menuju rawa mangun. Lumayan... capek juga. Naik turun tangga penyeberangan.
Tak berapa lama tidak sampai setengah jam kami sampai di halte rawa mangun...
nyeberang lagi....
Memasuki gerbang UNJ Rawa mangun
sepi... di mana rawanya????? (hehehe...), menunggu di lobby ternyata acara di
lantai 2, langsung disambut panitia untuk registrasi dan ambil kunci untuk
check in.
Tidur di lantai 3 dan paling
pojok... its ok.. sampai di kamar kuhempaskan badan yang terasa begitu penat. Aduuuuh
.... tau dapat masuk kamar sebelum acara, ga mandi ‘n ga menikmati nasi padang “super”
tadi di stasiun. (hiks...)
Masuk acara pembukaan di TWC 2 ini
rasanya agak gimana gitu, orang-orang hebat pasti yang mengikutinya. Ternyata benar.
Ketua panitia adalah penulis hebat Pak Wijaya Kusumah (Om Jay), pesertanya juga
dari jauh-jauh yang rata-rata mereka adalah blogers. Tak apalah, bagiku ilmu
harus tetap dikejar, meskipun rasa minder dalam hati menghantuiku.
MEIS MUSIDA
Pembukaan
selesai, seorang perempuan paruh baya, yang mungkin bisa disebut STWEB
(Setengah Tuwo Energik Buangetttt).
Di
awal memperkenalkan dengan lemah lembut bernama MEIS MUSIDA. Seorang Sr.
Manager Cloud Technology, Content & New Business di PT XL Axiata Tbk.
Tidak
terbayang sebelumnya dalam penyampainnya ternyata dia adalah seorang alumni dari geografi IKIP
Bandung. Pernah memiliki pengalaman
mengajar SD di daerah dan TK di Jakarta.
Dalam
lompatan sebuah perjalanan hidup, karena seorang Meis suka akan teknologi,
kemana-mana selalu membawa obeng kembang, akhirnya Meis menjadi seorang teknisi
di Gramedia dan dibeberapa perusahaan. Dan masih mengajar sebagai dosen terbang
pada saat ini.
Seorang
Meis terinspirasi menulis dari teman sekaligus sahabatnya yaitu Surya Darma,
bahwa dia harus menulis. Dia menulis di blognya, beberapa jurnal.
Prinsip
harus narsis adalah salah satu motivasi untuk selalu menulis bagi Meis.
“Sangking” ngebetnya untuk mempublikasikannya, suatu saat dia ingin menulis
pada media cetak, tapi tidak pernah diterima, maka dia bersama teman-teman
membuat majalah salah satunya majalah tentang diving, yang penting bisa
terpublikasikan hasil tulisannya.
Bagi
Meis mempunyai tips dalam menulis
- ikuti
passion.
- Sesuai
pengalaman
- Yang
kita tulis memberi inspirasi bagi orang lain
- Cari
gambar atau templete yang sesuai.
Agar
terakhir bisa dibilang KEREEENNNN
Selain
itu ada etika bahasa dalam menulis. Karena dalam menulis ada etika-etika yang
secara tidak langsung harus dipatuhi. Yaitu:
- BAHASA
blog lebih apa adanya.
- Bahasa
buku agak formil
- Bahasa
jurnal SANGAT formil
Seorang
Meis yang menyukai bidang photography sangat menyukai traveling, dan foto-foto
tersebut selalu dipublikasikan meskipun sedikit sekali tulisan yang
dipublikasikan.
Berbagai
pengalaman yang dimiliki oleh seorang Meis Musida sangat menginspirasi bagi
orang disekitarnya. Seorang atasan yang selalu asyik dengan anak buahnya,
memikirkan bagaimana nasib anak buahnya
ketika terjadi gejolak dalam perusahaan yang memungkinkan bisa merugikan anak
buahnya.
Namun
yang SANGAT LUARRRRR BIASAAA...... dia selalu menyempatkan diri untuk menulis
dan menulis, dan tujuan tulisannya untuk menyenangkan orang lain. Dan disetiap
negara, HER COUNTRY IS HER PARADISE..... dan itu selalu disampaikan kepada
orang-orang yang berada di luar negeri sana. Dan ini dia emailnya MIESM@xl.co.id
HARTA
KARUN TAK SELALU ADA DI DALAM TANAH YANG SANGAT DALAM, NAMUN BERADA DI ATAS
AWAN DENGAN SEBUAH TULISAN. Tutupnya.
WRITE, SEND ‘n SHARE
Selama
kami mengikuti kegiatan ini, setelah selesai mengikuti session, kami diminta
langsung membuat resume kemudian di email ke panitia, di kirim ke blog
masing-masing, boleh di guraru.id atau di kompasiana. Benar-benar sebuah
kegiatan yang penuh dengan dateline, dikejar waktu.
J. SUMARDIANTA SANG
GURU GOKIL
Pengalaman
yang tak kan terlupakan mungkin bagiku. Kami dipertemukan dengan
pembicara-pembicara hebat. Penulis-penulis handal. Salah satunya adalah seorang
J. Sumardianta. Dia adalah penulis buku GOKIL MURID UNYU. Seorang guru di
SMA Kolese D’Brito Yogyakarta. Dalam penyampaiannya, dia mengajar tidak seperti
layaknya yang dilakukan guru. Bertemu muka dengan siswa hanya 2 kali pertemuan
pertama dan sekali pada pertemuan terakhir. Karena yang dipentingkan adalah
anak mengerti dan paham dengan pelajaran atau ilmu yang sedang dipelajari. Bukan
anak yang pinter menghafal dengan nilai sepuluh, tapi teks book, dan jika
diterjunkan di masyarakat tidak bisa berbuat apa. Yang hebat adalah
murid-muridnya yang rata-rata adalah kalangan menengah ke atas, mampu
beradaptasi di masyarakat bawah
dengan baik. Luar biasa
| nunggu pesanan nasi uduk |
sengaja kami berkenalan dan bisa begitu akrab. Beruntung...!
tunggu crita chandak'e yow...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar