Selasa, 17 September 2013

BIRU BLUE_nya Perjalananku (2)


HARI PERTAMA DI 'nJAKARTAh'

Jakarta bagiku adalah tempat yang masih asing untuk penglihatanku. mau naik kendaraan apa, harus jalan ke mana pun aku bingung. untung ada perempuan cantik disebelahku. Seorang guru yang lemah lembut, yang mungkin tak banyak menyangka bahwa dia adalah seorang lulusan dari Pendidikan Teknik Elektro UNY, dan sekarang mengajar jurusan TKJ di sebuah SMK di Pengasih Kulon Progo. Kehidupan saat ini memang sudah tidak membedakan gender lagi. Perempuan bisa masuk dalam sektor apapun dalam beraktivitas maupun bekerja.
Keluar dari stasiun senen kami sempatkan untuk “nJepret sik”, menyalurkan hobi difoto.
Menyeberangi jalanan Jakarta yang mulai padat meskipun masih pagi pukul 06.00, kami menuju halte trans jakarta yang jaraknya kalau diitung-itung adalah 500 meter dari stasiun senen. Geli muncul dalam batinku. Setiap ada trans jakarta yang transit, selalu ingin masuk, “rawamangun?” tanya kita. Bukan mbak, “setelah ini” kata penjaganya.
Setelah tiba giliran kami untuk masuk trans jakarta. Kunikmati perjalanan. Kusapukan pandanganku ke dalam bis, tempat untuk laki-laki dan perempuan disendirikan. Lega hatiku. Kulayangkan pandanganku ke luar bis, yang ada kendaraan yang begitu padat, gedung-gedung yang tinggi, lalu lalang orang berjalan menuju tempat mereka beraktivitas. Tak terasa kami sampai di halte berikutnya. Kami harus menaiki tangga penyeberangan menuju halte yang menuju rawa mangun. Lumayan... capek juga. Naik turun tangga penyeberangan. Tak berapa lama tidak sampai setengah jam kami sampai di halte rawa mangun... nyeberang lagi....
Memasuki gerbang UNJ Rawa mangun sepi... di mana rawanya????? (hehehe...), menunggu di lobby ternyata acara di lantai 2, langsung disambut panitia untuk registrasi dan ambil kunci untuk check in.
Tidur di lantai 3 dan paling pojok... its ok.. sampai di kamar kuhempaskan badan yang terasa begitu penat. Aduuuuh .... tau dapat masuk kamar sebelum acara, ga mandi ‘n ga menikmati nasi padang “super” tadi di stasiun. (hiks...)
Masuk acara pembukaan di TWC 2 ini rasanya agak gimana gitu, orang-orang hebat pasti yang mengikutinya. Ternyata benar. Ketua panitia adalah penulis hebat Pak Wijaya Kusumah (Om Jay), pesertanya juga dari jauh-jauh yang rata-rata mereka adalah blogers. Tak apalah, bagiku ilmu harus tetap dikejar, meskipun rasa minder dalam hati menghantuiku.


MEIS MUSIDA

Pembukaan selesai, seorang perempuan paruh baya, yang mungkin bisa disebut STWEB (Setengah Tuwo Energik Buangetttt). 
Di awal memperkenalkan dengan lemah lembut bernama MEIS MUSIDA. Seorang Sr. Manager Cloud Technology, Content & New Business di PT XL Axiata Tbk.
Tidak terbayang sebelumnya dalam penyampainnya ternyata dia  adalah seorang alumni dari geografi IKIP Bandung.  Pernah memiliki pengalaman mengajar SD di daerah dan TK di Jakarta.
Dalam lompatan sebuah perjalanan hidup, karena seorang Meis suka akan teknologi, kemana-mana selalu membawa obeng kembang, akhirnya Meis menjadi seorang teknisi di Gramedia dan dibeberapa perusahaan. Dan masih mengajar sebagai dosen terbang pada saat ini.
Seorang Meis terinspirasi menulis dari teman sekaligus sahabatnya yaitu Surya Darma, bahwa dia harus menulis. Dia menulis di blognya, beberapa jurnal.
Prinsip harus narsis adalah salah satu motivasi untuk selalu menulis bagi Meis. “Sangking” ngebetnya untuk mempublikasikannya, suatu saat dia ingin menulis pada media cetak, tapi tidak pernah diterima, maka dia bersama teman-teman membuat majalah salah satunya majalah tentang diving, yang penting bisa terpublikasikan hasil tulisannya.
Bagi Meis mempunyai tips dalam menulis
-  ikuti passion.
-  Sesuai pengalaman
-  Yang kita tulis memberi inspirasi bagi orang lain
-  Cari gambar atau templete yang sesuai.
Agar terakhir bisa dibilang KEREEENNNN
Selain itu ada etika bahasa dalam menulis. Karena dalam menulis ada etika-etika yang secara tidak langsung harus dipatuhi. Yaitu:
-  BAHASA blog lebih apa adanya.
-  Bahasa buku agak formil
-  Bahasa jurnal SANGAT formil
Seorang Meis yang menyukai bidang photography sangat menyukai traveling, dan foto-foto tersebut selalu dipublikasikan meskipun sedikit sekali tulisan yang dipublikasikan.
Berbagai pengalaman yang dimiliki oleh seorang Meis Musida sangat menginspirasi bagi orang disekitarnya. Seorang atasan yang selalu asyik dengan anak buahnya, memikirkan bagaimana  nasib anak buahnya ketika terjadi gejolak dalam perusahaan yang memungkinkan bisa merugikan anak buahnya.
Namun yang SANGAT LUARRRRR BIASAAA...... dia selalu menyempatkan diri untuk menulis dan menulis, dan tujuan tulisannya untuk menyenangkan orang lain. Dan disetiap negara, HER COUNTRY IS HER PARADISE..... dan itu selalu disampaikan kepada orang-orang yang berada di luar negeri sana. Dan ini dia emailnya MIESM@xl.co.id
HARTA KARUN TAK SELALU ADA DI DALAM TANAH YANG SANGAT DALAM, NAMUN BERADA DI ATAS AWAN DENGAN SEBUAH TULISAN. Tutupnya.

WRITE, SEND ‘n SHARE

Selama kami mengikuti kegiatan ini, setelah selesai mengikuti session, kami diminta langsung membuat resume kemudian di email ke panitia, di kirim ke blog masing-masing, boleh di guraru.id atau di kompasiana. Benar-benar sebuah kegiatan yang penuh dengan dateline, dikejar waktu.

J. SUMARDIANTA SANG GURU GOKIL
 

 
Pengalaman yang tak kan terlupakan mungkin bagiku. Kami dipertemukan dengan pembicara-pembicara hebat. Penulis-penulis handal. Salah satunya adalah seorang J. Sumardianta. Dia adalah penulis buku GOKIL MURID UNYU. Seorang guru di SMA Kolese D’Brito Yogyakarta. Dalam penyampaiannya, dia mengajar tidak seperti layaknya yang dilakukan guru. Bertemu muka dengan siswa hanya 2 kali pertemuan pertama dan sekali pada pertemuan terakhir. Karena yang dipentingkan adalah anak mengerti dan paham dengan pelajaran atau ilmu yang sedang dipelajari. Bukan anak yang pinter menghafal dengan nilai sepuluh, tapi teks book, dan jika diterjunkan di masyarakat tidak bisa berbuat apa. Yang hebat adalah murid-muridnya yang rata-rata adalah kalangan menengah ke atas, mampu beradaptasi di masyarakat bawah 
dengan baik. Luar biasa


nunggu pesanan nasi uduk
Hari pertama dalam TWC 2 ini kami akhiri dengan makan nasi uduk di seberang UNJ bersama panitia dan 2 orang pembicara, serta beberapa peserta yang tidak 
sengaja kami berkenalan dan bisa begitu akrab. Beruntung...!















tunggu crita chandak'e yow... 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...