Hening membaca sepinya sendiri
Di ujung malam bersimpuh
Bulir hangat mengaliri
Menganak sungai
:terisak
Langitkan doa
Bercermin di hamparan pagi
Satusatu menghitung butir tasbih
Pantaskah wajah berdosa ini tengadah
Sedang nikmat lupa ku syukuri
Ghibah, fitnah melumuri
Sub'khat dinikmati
Ya Karomi
Indah fana milikMu
Serakah kuambil sendiri
Lupa alam kekal yaumul kiyamah
Neraca timbang berdenting menghitung
Palu genderang dipukulkan pasti
Sanggupkah tangkup jemari
Menerima ketetapan itu?
:hening
Selarik terbaca lagi
Tak sanggup di jilat naar
Tak pantas jua jannah termiliki
Tersungkur pasrah di pangkuanMu
Semua datang dari luas langit itu
Pasti akan kembali padaMu
Hanya mampu berserah
Dalam genggaman
TitahMu
UmiAzz, 15.04
mbok aku diajari muisi to mbak...
BalasHapussaya baru belajar mbak
HapusDiksinya bikin puisinya agak mistis mbak Umi :)
BalasHapusbegitukah?
BalasHapus