Kesurupan adalah salah satu peristiwa mistis yang sering
terjadi di Indonesia dan berbagai negara Asia yang masih kental unsur
tradisinya. Umumnya yang sering mengalami kesurupan adalah wanita. Fenomena
yang sering terjadi saat ini kesurupan massal sering terjadi di sekolah-sekolah
yang mayoritas siswanya adalah wanita. Saat kesurupan, wanita sering
meronta-ronta, menjerit, dan berteriak-teriak keras seperti bukan sebagai
dirinya, menutup mata atau membelalakkannya, meletakkan kedua tangan pada mata,
badan dan seluruh bagian tubuhnya gemetaran, serta terus menerus menyebut nama
seseorang.
Kesurupan ini sangat mungkin terjadi ketika seseorang mengalami
kemarahan yang teramat sangat, sangat ketakutan, pada saat tenggelam dalam
nafsu syahwat dan ketika lalai dari dzikir kepada Allah, lalai terhadap Tuhan
tidak pernah berdoa dan bermunajat kepadaNya.
Mengapa wanita mudah mengalami kesurupan?
Tidak
hanya wanita saja sebenarnya, laki-laki, anak-anak juga bisa beresiko mengalami
kesurupan. Namun karena wanita memiliki tingkat stress, sensitivitas dan
kondisi tubuh yang lebih tidak stabil dibanding pria, sehingga wanita lebih
mudah kesurupan.
Pada
kondisi yang tidak stabil seseorang mudah terpengaruh dan lemah ketahanan
tubuhnya. Tidak bisa konsentrasi penuh, dan memikirkan sesuatu yang berlebihan
sehingga membuat kehilangan kendali. Seseorang yang mengalami kesurupan akan
mengalami berbagai perilaku yang tidak biasa, yaitu: 1) perasaan gelisah yang
menyesakkan dada, 2) senang menyendiri (mengisolasi diri), 3) sering lupa, 4)
malas, 5) ketakutan yang tidak wajar, 6) perasaan benci terhadap orang
disekitarnya dan banyak keraguan, 7) sering pusing yang tidak dikenal oleh
dunia medis, 8) tidak bisa tidur sepanjang malam, serta 9) mimpi yang
menakutkan
Secara
umum dunia medis memandang kesurupan sebenarnya berhubungan dengan kondisi
fisik. Fisik yang lemah sangat rentan dengan berbagai pengaruh dari luar. Dan
hal itu sangat dipahami. Karena jika kondisi fisik yang sehat maka seseorang
akan mudah berkonsentrasi dan tahan terhadap gangguan seperti halusinasi dan
sebagainya. Sedangkan menurut sains dan ilmu kedokteran kesurupan merupakan 1)
kondisi neuropsikologis yang
melibatkan beberapa sirkuit di otak, dimana seseorang akan mempunyai lebih
banyak sugesti negatif dibanding positif, 2) dari sisi ilmu kedokteran
kesurupan dipandang sebagai keadaan patologis,
yaitu keadaan yang memberi efek negatif/mengganggu, 3) sedangkan dalam dunia
medis kesurupan merupakan dissociative
trance disorder (DTD)/gangguan trans disosiasi, 4) ilmu kesehatan jiwapun
memberi pandangan bahwa DTD adalah keadaan ditandai dengan perubahan identitas
pribadi, 5) berdasarkan dari pengamatan epidimiologi
terhadap kesurupan/possesion
menemukan ada hubungan kondisi gangguan
ini dengan keadaan sosial/budaya dimasyarakat, 6) dan yang terakhir dari
sudut psikiatri, kesurupan adalah adanya tekanan mental atau sosial yang masuk
ke bawah sadar dan gagal diatasi oleh individu yang bersangkutan.
Yang
menarik untuk diperhatikan adalah ketika kesurupuan adalah peristiwa mistik
yang bisa dianalisa dari kacamata sains dan ilmu kedokteran, berupa adanya
hubungan kondisi gangguan ini dengan
keadaan sosial/budaya dimasyarakat. Kondisi sosial kemasyarakatan saat ini
adalah jaman smart phone, teknologi
canggih, mobil murah, mempengaruhi pergaulan sosial yang terjadi di masyarakat.
Masyarakat berbondong-bondong memiliki barang-barang mewah untuk memenuhi
kebutuhan yang bersifat konsumerisme. Berlomba-lomba memenuhi tuntutan
persaingan pergaulan. Apalagi di kalangan remaja, terutama anak-anak seumuran
sekolah menengah atas. Jaga gengsi dan jaga image menjadi motivasi mereka untuk
memiliki barang-barang seperti teman mereka dalam pergaulan tanpa memikirkan bagaimana
cara memenuhi dan akibatnya. Kondisi semacam ini menyebabkan adanya ketimpangan
kondisi sosial budaya kemasyarakatan. Bagi yang mampu akan melenggang tanpa
memikirkan kondisi psikologis sekitar, sedangkan yang kurang bisa memenuhi akan
sekuat tenaga mencapai hal tersebut. Akibatnya, tekanan sosial itu mempengaruhi
psikologis dan berimbas pada kondisi fisik. Terlalu ambisius dan kurang
“legawa” dalam menerima kondisi kehidupan. Pada akhirnya banyak yang mengalami
gangguan psikis. Menjadi mudah emosi dan terpengaruh. Sehingga dalam kondisi
seperti itu, kesurupan menjadi mudah sekali dialami oleh seseorang
Agar
kesurupan tidak menjangkiti diri seseorang maupun terjadi secara massal dalam
suatu lingkungan pada umumnya, sekolah pada khususnya perlu adanya solusi
terbaik. Semua pihak perlu selalu menciptakan iklim sosial yang baik. Dimulai
dari lingkungan keluarga dengan adanya komunikasi serta nutrisi spiritual yang
perlu untuk selalu ditanamkan dalam diri seseorang dan seluruh anggota
keluarga. Meningkatkan kualitas hidup, salah satunya melalui peningkatan kadar
keimanan pada diri seseorang. Harus memperkuat ibadah kepada Allah Tuhan yang
maha esa dan banyak berdoa, sehingga hati dan lisan terbiasa untuk selalu
mengingatNya. Membiasakan hidup sehat secara fisik dan psikis sehingga bisa
berkonsentrasi penuh setiap hari. Seseorang harus menguatkan diri dan tidak
mudah menyerah dengan penyakit yang menyerangnya.
Banyak
hal yang belum bisa dipahami dengan logika dalam kehidupan ini. Keimanan,
psikis dan fisik yang sehat menjadi benteng diri manusia..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar