Kamis, 10 Oktober 2013

HATI-HATI, WANITA RENTAN KESURUPAN


Kesurupan adalah salah satu peristiwa mistis yang sering terjadi di Indonesia dan berbagai negara Asia yang masih kental unsur tradisinya. Umumnya yang sering mengalami kesurupan adalah wanita. Fenomena yang sering terjadi saat ini kesurupan massal sering terjadi di sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya adalah wanita. Saat kesurupan, wanita sering meronta-ronta, menjerit, dan berteriak-teriak keras seperti bukan sebagai dirinya, menutup mata atau membelalakkannya, meletakkan kedua tangan pada mata, badan dan seluruh bagian tubuhnya gemetaran, serta terus menerus menyebut nama seseorang.
Kesurupan ini sangat mungkin terjadi ketika seseorang mengalami kemarahan yang teramat sangat, sangat ketakutan, pada saat tenggelam dalam nafsu syahwat dan ketika lalai dari dzikir kepada Allah, lalai terhadap Tuhan tidak pernah berdoa dan bermunajat kepadaNya.
Mengapa wanita mudah mengalami kesurupan?
Tidak hanya wanita saja sebenarnya, laki-laki, anak-anak juga bisa beresiko mengalami kesurupan. Namun karena wanita memiliki tingkat stress, sensitivitas dan kondisi tubuh yang lebih tidak stabil dibanding pria, sehingga wanita lebih mudah kesurupan.
Pada kondisi yang tidak stabil seseorang mudah terpengaruh dan lemah ketahanan tubuhnya. Tidak bisa konsentrasi penuh, dan memikirkan sesuatu yang berlebihan sehingga membuat kehilangan kendali. Seseorang yang mengalami kesurupan akan mengalami berbagai perilaku yang tidak biasa, yaitu: 1) perasaan gelisah yang menyesakkan dada, 2) senang menyendiri (mengisolasi diri), 3) sering lupa, 4) malas, 5) ketakutan yang tidak wajar, 6) perasaan benci terhadap orang disekitarnya dan banyak keraguan, 7) sering pusing yang tidak dikenal oleh dunia medis, 8) tidak bisa tidur sepanjang malam, serta 9) mimpi yang menakutkan
Secara umum dunia medis memandang kesurupan sebenarnya berhubungan dengan kondisi fisik. Fisik yang lemah sangat rentan dengan berbagai pengaruh dari luar. Dan hal itu sangat dipahami. Karena jika kondisi fisik yang sehat maka seseorang akan mudah berkonsentrasi dan tahan terhadap gangguan seperti halusinasi dan sebagainya. Sedangkan menurut sains dan ilmu kedokteran kesurupan merupakan 1) kondisi neuropsikologis yang melibatkan beberapa sirkuit di otak, dimana seseorang akan mempunyai lebih banyak sugesti negatif dibanding positif, 2) dari sisi ilmu kedokteran kesurupan dipandang sebagai keadaan patologis, yaitu keadaan yang memberi efek negatif/mengganggu, 3) sedangkan dalam dunia medis kesurupan merupakan dissociative trance disorder (DTD)/gangguan trans disosiasi, 4) ilmu kesehatan jiwapun memberi pandangan bahwa DTD adalah keadaan ditandai dengan perubahan identitas pribadi, 5) berdasarkan dari pengamatan epidimiologi terhadap kesurupan/possesion menemukan ada hubungan kondisi gangguan  ini dengan keadaan sosial/budaya dimasyarakat, 6) dan yang terakhir dari sudut psikiatri, kesurupan adalah adanya tekanan mental atau sosial yang masuk ke bawah sadar dan gagal diatasi oleh individu yang bersangkutan.
Yang menarik untuk diperhatikan adalah ketika kesurupuan adalah peristiwa mistik yang bisa dianalisa dari kacamata sains dan ilmu kedokteran, berupa adanya hubungan kondisi gangguan  ini dengan keadaan sosial/budaya dimasyarakat. Kondisi sosial kemasyarakatan saat ini adalah jaman smart phone, teknologi canggih, mobil murah, mempengaruhi pergaulan sosial yang terjadi di masyarakat. Masyarakat berbondong-bondong memiliki barang-barang mewah untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat konsumerisme. Berlomba-lomba memenuhi tuntutan persaingan pergaulan. Apalagi di kalangan remaja, terutama anak-anak seumuran sekolah menengah atas. Jaga gengsi dan jaga image menjadi motivasi mereka untuk memiliki barang-barang seperti teman mereka dalam pergaulan tanpa memikirkan bagaimana cara memenuhi dan akibatnya. Kondisi semacam ini menyebabkan adanya ketimpangan kondisi sosial budaya kemasyarakatan. Bagi yang mampu akan melenggang tanpa memikirkan kondisi psikologis sekitar, sedangkan yang kurang bisa memenuhi akan sekuat tenaga mencapai hal tersebut. Akibatnya, tekanan sosial itu mempengaruhi psikologis dan berimbas pada kondisi fisik. Terlalu ambisius dan kurang “legawa” dalam menerima kondisi kehidupan. Pada akhirnya banyak yang mengalami gangguan psikis. Menjadi mudah emosi dan terpengaruh. Sehingga dalam kondisi seperti itu, kesurupan menjadi mudah sekali dialami oleh seseorang
Agar kesurupan tidak menjangkiti diri seseorang maupun terjadi secara massal dalam suatu lingkungan pada umumnya, sekolah pada khususnya perlu adanya solusi terbaik. Semua pihak perlu selalu menciptakan iklim sosial yang baik. Dimulai dari lingkungan keluarga dengan adanya komunikasi serta nutrisi spiritual yang perlu untuk selalu ditanamkan dalam diri seseorang dan seluruh anggota keluarga. Meningkatkan kualitas hidup, salah satunya melalui peningkatan kadar keimanan pada diri seseorang. Harus memperkuat ibadah kepada Allah Tuhan yang maha esa dan banyak berdoa, sehingga hati dan lisan terbiasa untuk selalu mengingatNya. Membiasakan hidup sehat secara fisik dan psikis sehingga bisa berkonsentrasi penuh setiap hari. Seseorang harus menguatkan diri dan tidak mudah menyerah dengan penyakit yang menyerangnya.
Banyak hal yang belum bisa dipahami dengan logika dalam kehidupan ini. Keimanan, psikis dan fisik yang sehat menjadi benteng diri manusia..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Obrolan Anak 'Dewasa'

https://www.duniabelajaranak.id Saat selesai makan malam biasanya Kakak cerita sambil curhat. Cerita tentang sekolah dan juga lesnya. K...